Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Friday, January 31, 2014

Kinanthi: Terlahir Kembali (+ Mengetahui Siapa Santa Saya)

Ada apa ya dengan sampul buku berwarna merah dan Secret Santa BBI? Tahun lalu saya dapat Hailstorm yang sampulnya merah, tahun ini saya dapat Kinanthi: Terlahir Kembali. Untung tahun ini, bisa dibilang saya agak kecewa karena kado yang ditunggu tak kunjung datang. Eh, datang, sih, tapi lumayan lama dari tenggat waktu. (Maaf, mba Oky, sudah direpotkan sama WhatsApp-ku, menanyakan tentang itu.) Tapi setelah tahu darimana Santa berasal... saya maklum. Ternyata beliau tinggal bukan di pulau Jawa, tapi saya pernah mendengar tentang tempat tinggalnya, karena banyak teman kuliah saya yang berasal dari situ.

Jadi... terima kasih, Santa. Saya suka sekali Kinanthi (baca & review Surga Retak nanti ya (dikeplak Santa)). Terima kasih juga atas bookmarks lucunya, tahu aja terkadang saya suka susah menemukan pembatas buku untuk buku yang tidak menyediakan. :))


Monday, July 22, 2013

Nedera: Negeri Kegelapan


Sinopsis:
Kisah ini terjadi di Vandaria, sebuah tempat di mana kuasa cahaya dan kegelapan terus bersinggungan. Kuasa cahaya diwakili Vanadis, entitas tertinggi yang menciptakan ras frameless dan manusia. Kuasa kegelapan diwakili deimos, ras penghancur dan pemusnah. Di sebuah desa bernama Nedera, yang berada jauh di utara Tanah Utama Vandaria, para deimos yang dikurung Vanadis mulai memberontak. Selepas senja, iblis-iblis itu merasuki manusia. Nasib Nedera lalu bergantung kepada kakak-beradik separuh frameless, Leofric dan Lyse, serta Skys, seorang manusia yang adiknya terkurung di Nedera. Mampukah ketiganya membebaskan Nedera sebelum ras manusia musnah dari sana? Melalui narasi-narasi fantastis, Nedera akan menyeret Anda ke dalam sebuah huru-hara kolosal di sebuah zaman yang nyaris tak terbetik dalam kenangan.
Review:

Thursday, July 18, 2013

Skenario Remang-Remang


Sinopsis:

Seorang perempuan di kota tua, membangun sisa-sisa harapannya bersama mi yang diolahnya dengan suatu resep rahasia. Di suatu perumahan baru di pinggir kota, seorang pemuda membangun mimpi dan ide-idenya akan kehidupan normal dengan sang perempuan pujaan. Di suatu sudut mal, seorang sahabat menanti dengan debar sahabat yang dalam diam dipujanya. Di suatu restoran yang terimpit oleh gedung-gedung perkantoran megah, seorang pramusaji bertemu kembali dengan kisah lamanya yang dipikirnya telah mati saat demonstrasi. Di suatu acara televisi nasional, seorang penyanyi lawas berharap-harap cemas untuk mendapatkan popularitas dan kejayaannya kembali. Di sudut lain pada kota yang remang, dua peristiwa besar terjadi; suatu transaksi perasaan, juga pelajaran panjang tentang patah hati.

Andai saja satu hari dalam hidup seseorang dapat diulang, akankah ia bisa mengubah jalan hidupnya? Ataukah hidup memang kadang punya cara sendiri untuk menertawakan rencana-rencana naif manusia?

Review:

Monday, June 10, 2013

Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya


Sinopsis:

Ada surat panjang yang terlambat sampai.
Tanpa nama pengirim, dan hampir basah oleh tempias hujan.

*

Sejak kecil kita berdua merasa diri kita adalah alien-alien yang tersesat ke Bumi.

Pria itu sudah melupakan seorang teman masa kecilnya saat sebundel amplop itu sampai di beranda rumah.

Kalau kau perlu tahu, aku hanya punya satu macam mimpi. Aku ingin tinggal di rumah sederhana dengan satu orang yang benar-benar tepat. Bila memang aku harus mencurahkan seluruh perhatianku, kepada satu orang itulah hal itu akan kulakukan.

Ia bahkan sudah melupakan mimpi-mimpi masa kecil mereka.

Berpuluh-puluh tahun lamanya, bahkan sejak kali pertama bertemu, aku telah memilihmu dalam setiap doaku. Sesuatu yang tak pernah kauketahui bahkan hingga hari ini. Dan bila kau suruh aku pergi begitu saja, di usiaku yang lebih dari empat puluh ini, aku mungkin telah terlambat untuk mencari penggantimu.

Dan ia tak tahu teman masa kecilnya itu masih mencintainya.

*

Surat-surat itu menarik pria itu ke masa lalu.
Hingga ia tahu, semuanya sudah terlambat.


Saturday, June 8, 2013

[un]affair



Dibuka dengan tokoh utama yang mengalami kesialan di hari itu; ban motor bocor, hujan turun deras, dan... adanya undangan yang menantinya di rumah.

Di Kota Sendu, cinta tak seharusnya datang.

Bajja, dengan dua j, bekerja di bagian desain di sebuah perusahaan percetakan. Dia sering berpapasan dengan seorang gadis berambut panjang di rel kereta api. Gadis itu berjalan ke arah datangnya Bajja, begitu juga sebaliknya.

Maka, betapa kagetnya dia ketika menemukan gadis itu ada di kantornya. Arra, dengan dua r, namanya. Dia ingin mencetak sebuah buku untuk seseorang yang teramat penting dan spesial baginya. Kekasihnya. Tentu saja Bajja tahu itu, siapa yang tidak mau repot-repot mencetak satu buku dengan harga yang tidak murah kalau bukan untuk orang tercinta?

Mereka tidak begitu mengenal, hanya pernah berjalan bersama sekali setelah tidak sengaja bertemu di kafe; itu juga karena Bajja bersikeras mengantar Arra pulang karena sudah malam. Perjalanan mereka berdua memang lebih banyak diisi keheningan dibandingkan suara, tapi itu sudah cukup bagi Bajja untuk terus mengingatnya.

Sampai suatu malam Arra meneleponnya, mengatakan uangnya habis dan sepatunya membuat kakinya terluka. Dia akan datang ke rumah Bajja.

Arra tertidur di sofa rumah Bajja. Tidurnya terlihat lelap, dan dengan memandangi Arra seperti itu, Bajja bertanya-tanya; apa yang dia rasakan?

Entah mengapa, hanya menatap dirinya saja, sanggup membuat jantungku lebih berdegup.
Selanjutnya Arra selalu datang ke rumahnya dalam waktu yang bisa ditebak. Bisa keesokan harinya, lusa, atau bahkan berminggu-minggu. Tapi Bajja membiarkannya, meskipun pertanyaan-pertanyaannya menggantung di udara ketika mereka duduk berhadapan; Arra di sofa yang bisa membuatnya tertidur, Bajja di seberangnya.

Kenapa Arra melakukan ini? Bukankah dia sudah memiliki kekasih? Di mana kekasihnya? Apakah Arra juga memiliki perasaan khusus untuk Bajja?


Thursday, May 30, 2013

Bumi Manusia


Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.

Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.

Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.

"Kita kalah, Ma," bisikku.

"Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."

Monday, May 13, 2013

Pulang


Novel ini dibagi menjadi tiga:

Dimas Suryo, eksil politik, kehilangan identitas dan jati dirinya di Paris karena paspor Indonesianya dicabut. Pulang menjadi kata yang mahal untuknya, bukan secara materi, karena dia dianggap sebagai pendukung PKI. Meskipun dia selalu menganggap dirinya tidak memihak, tapi bagi orang lain, dia memilih kiri.

Lintang Utara, putri dari Dimas, akan pulang. Ya, pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan tugas akhirnya, mempelajari tentang tanah airnya--yang dia ketahui dari keluarganya, dan... masa lalu Ayahnya. Dia tahu Ayah dan teman-temannya merupakan bagian sejarah. Ya, dia berhasil pulang--hanya untuk menjadi saksi mata kerusuhan Mei '98.

Segara Alam. Dengan narator yang berbeda-beda, diceritakan tentang kehidupan di Indonesia 30 tahun setelah Gerakan 30 September. Mulai dari Alam, anak dari Hananto yang juga sahabat Dimas, sampai keluarga Aji Suryo, yang merupakan adik dari Dimas. 30 tahun berlalu, apakah pulang masih menjadi kata yang mahal bagi Dimas?


Saturday, May 4, 2013

Camar Biru


Judul: Camar Biru
Penulis: Nilam Suri
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 9797806030

10 tahun lalu, sebuah pertanyaan yang meluncur dari mulut Nina berasal dari kejadian yang tidak terduga. "Dhit, kalau gak ada cowok yang mau sama gue lagi gimana?" Lalu Adhit, sahabatnya, berjanji mereka akan menikah di 10 tahun yang akan datang kalau mereka masih sama-sama sendiri.

Dalam 10 tahun, banyak hal tak terduga dan berubah. Termasuk persahabatan bujur sangkar yang terdiri atas dua pasang kakak-adik; Naren dan Nina, Sinar dan Adhit.

Persahabatan mereka berubah karena kematian Naren.

Sinar, yang paling dekat dengan Naren setelah Nina, merasa terpukul dan pergi ke luar negeri. Pergi di saat Nina paling membutuhkannya.

Dan Nina tidak akan lagi pernah sama.

Hanya Adhit yang tersisa.

Aku membutuhkanmu.

Adhit lah yang membantu Nina pindah rumah. Memarahi Nina karena ketahuan keluar malam-malam untuk beli kopi. Menjadi orang pertama yang ditelepon Nina saat dia terbangun karena mimpi buruk. Membelikan Nina buku-buku yang berguna untuk pekerjaannya sebagai ilustrator.

Aku membutuhkanmu -- dan bisa jadi aku mencintaimu.

Ketika mereka akan menikah, barulah Nina menyadari betapa pentingnya Adhit selama ini. Butuh waktu 10 tahun bagi Nina untuk melihat Adhit sebagai... sosok yang dia cintai. Tapi bagaimana dengan masa lalu Nina? Mimpi-mimpi buruk Nina?

Tapi, aku belum akan mengakui ini padamu. Aku belum siap meruntuhkan bentengku dan membiarkanmu memiliki hatiku..


Thursday, March 28, 2013

Redfang




Judul:  Redfang
Penulis: Fahcrul R.U.N
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 452 halaman

Sinopsis:

Delapan tahun silam, Cassius Redfang menghabisi adiknya demi menyandang gelar warisan sang ayah. Sekarang, dipandu mimpi ganjil istrinya, Cassius menemukan fakta mengejutkan, sang adik telah kembali mewujud di dunia. Dilanda kebingungan, Cassius mulai mencoba menyingkap teka-teki di balik kebangkitan adiknya. Mukjizat para Vanadis-kah? Tipuan? Ataukah.... orang itu justru berhubungan dengan hawa gelap yang menyeruak perlahan di negeri Blackmoon? Segalanya serba gelap...

Thursday, January 31, 2013

Hailstorm (dan Siapa Secret Santa Saya!)



Judul: Hailstorm
Penulis: Fachrul R.U.N
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 436 halaman

Sinopsis:

Ambisi.... Kekuasaan.... Kekuatan....

Ketiganya berpusar bagai badai, terpusat pada satu keluarga: Hailstorm. Bahkan sosok digdaya, Raja Deimos Amurdad, menerjang ke dalam pusaran badai lewat tawarannya yang terlalu menggiurkan untuk ditolak: Kekuatan penakluk segala! Mereka yang menginginkan anugerah itu harus mengatasi tantangan maha dahsyat di tempat maha berbahaya: Reigner, alam kematian.

Semua berlomba mendapatkan kekuatan itu. Jika berhasil, mereka akan mempunyai senjata untuk menumbangkan Sang Raja Tunggal. Jika gagal, kematian menjadi hal yang tak terelakkan. Segala cara untuk mengumpulkan pasukan hebat ditempuh Hailstorm. Bahkan cara kotor. Menyandera keluarga kesatria veteran Lavinia, yang sesungguhnya ia tak ingin kembali mengangkat pedang.

Mungkinkah Lavinia berhasil menyelamatkan keluarganya? Atau... malah menjadi tumbal ambisi keluarga Hailstorm? Ini adalah kisah tentang Sang Badai dan Penunggangnya.

Review:

Friday, December 21, 2012

Blue Romance


Judul: Blue Romance
Penulis: Sheva Thalia
Penerbit: PlotPoint
Tebal: 224 halaman

Sinopsis (dari Goodreads):


Selamat datang di Blue Romance, sebuah coffee shop yang buka setiap hari, dan mungkin kau lewati hari ini.

Blue Romance menyediakan kopi ternikmat dan sahabat saat kau dituntut untuk terus terjaga. Blue Romance juga punya banyak cerita. Ada kisah jatuh cinta dan patah hati, perpisahan dan pertemuan kembali. Kisah-kisah ini berbalut kafein dan aroma kopi, berderai tawa dan tangis, di sela desis coffee maker.

Seperti Latte, Affogato, Americano, dan Espresso, setiap kisah punya kopinya sendiri.

Kisah mana yang cocok dengan kopimu?


Friday, November 30, 2012

Dan Hujan Pun Berhenti


Judul: Dan Hujan Pun Berhenti
Penulis: Farida Susanty
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
Tebal: 322 halaman

Sinopsis (dari Goodreads):

Kamu mungkin tidak akan bisa mengerti Leo yang tidak percaya pada siapa pun di dunia ini.
Tapi mungkin Spiza, gadis yang mencoba bunuh diri di sekolahnya, bisa.
Review:

Pertama kali lihat buku ini di Pitimoss, tempat rental buku langganan yang deket sama sekolah & rumah (ada cabangnya, yang satu deket sekolah, yang satu lagi deket rumah). Dan ternyata Pitimoss juga tempat langganan teteh Farida Susanty waktu masih SMA hahaha, dan waktu saya pinjam kumcernya, Karena Kita Tidak Kenal, ada tanda tangannya loh! :))

Jadi... novel ini gelap. Kelihatan kan dari sampulnya? Gelap tapi ada humornya juga. Hmm, apa ya istilahnya? Lupa.

Gelap karena penuh dengan angst seorang remaja laki-laki bernama Leostrada yang kehilangan sesosok perempuan yang amat berarti baginya. Nama gadis itu Iris. Bukan, dia bukan pacarnya Leo. Hanya seseorang yang berarti banyak untuk Leo, sampai kematian Iris menjadi sebuah tikaman di dada. Hanya Iris lah yang bisa melupakan masalah dia. Hanya Iris-nya.

"Yang penting buat dia cuman Iris, Tyo... cuman Iris."

Di rumah, dia kerap kali dimarahi oleh orang tuanya, bahkan sampai dipukul. Semua itu karena kedua orang tuanya tidak pernah bahagia oleh pernikahan mereka meskipun sudah dikaruniai tiga orang anak. Bayangkan, tinggal di dalam rumah di mana orang tuamu menyebutmu pecundang? Bukankah ucapan yang keluar dari mulut kedua orang tua adalah doa?

Dia bertemu dengan Spiza, saat pertama kali mereka bertemu pun sudah aneh. Leo yang babak belur setelah dikeroyok oleh musuh-musuhnya melihat Spiza menggantungkan teru-teru bozu (iya, yang ada di cover). Kedua kalinya mereka bertemu, di kamar mandi sekolah. Spiza sedang mencoba menyabut nyawanya sendiri saat itu. Aneh memang, tapi mereka berbincang, Leo bertanya kenapa Spiza bunuh diri... dan jawaban yang keluar dari mulut Spiza membuat Leo terkejut.

"Dia... orang yang gue sayang dan sayang gue... dan, dia pasti nggak akan ninggalin gue."

Kata-kata itu mirip dengan apa yang dulu pernah diucapkan Iris... Leo saat itu tahu, Iris-nya telah kembali.

Salut buat teteh Farida yang bikin novel sebagus ini waktu seumuran sama saya, waktu dia masih SMA. Saya suka sama karakter Leo. Tahu, kan, kalo di novel-novel YA (young-adult) ada tokoh cowok yang kelihatannya kuat tapi dalamnya rapuh? Kalo kata Tulus (penyanyi--lagunya bagus loh!):

Tuan kesepian,Tak punya teman,Hatinya rapuh,Tapi berlagak tangguh.
Nah, kenapa kali ini tidak membaca dari sudut pandang si cowok? Mencari tahu masa lalu dia dan sebagainya?

Dan di sini, karakterisasi Leo berkembang. Dari yang awalnya tidak bisa menerima Iris sudah tiada, masih menyimpan Iris dalam benaknya, perlahan bisa menerima... karena Spiza.

Ngomong-ngomong, jangan salah ya, novel ini rada beda sama novel yang lain. Gak melulu soal cinta-cintaan.#menyindirdirisendiri :))

"Hei! Kenapa menggantungkan itu?""Biar hujan nggak turun.""Memangnya kenapa kalau turun?""Aku keburu mati sebelum aku bunuh diri.""Kamu mau bunuh diri?""Ya, asal nggak hujan.""..."
Rating: 4/5

Untuk baca bareng BBI dengan tema Pemenang & Nominasi Khatulistiwa Literary Award. Dan Hujan Pun Berhenti oleh Farida Susanty memenangi KLA 2007 dalam kategori, "Penulis Muda Berbakat."

Friday, November 2, 2012

Dee's Madre



Judul: Madre
Penulis: Dee
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 162 hal.

Sinopsis:
“Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari? Darah saya mendadak seperempat Tionghoa, Nenek saya seorang penjual roti, dan dia, bersama kakek yang tidak saya kenal, mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu: Madre.”

Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhkan berbagai tema: perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati.

Lewat sentilan dan sentuhan khas seorang Dee, Madre merupakan etalase bagi kematangannya sebagai salah satu penulis perempuan terbaik di Indonesia.

Review:
Seperti Filosofi Kopi, Madre ini adalah kumpulan cerpen dengan cerpen/novelet berjudul Madre yang menjadi 'tokoh utama'.

"Saya cari di Google, kata 'Madre' itu ternyata berasal dari bahasa Spanyol, artinya 'ibu'. Madre, Sang Adonan Biang, lahir sebelum ibu kandung saya. Dan dia bahkan sanggup hidup lebih panjang dari penciptanya. Mengerikan."

Tansen. Apakah namanya terdengar seperti nama seorang Cina? Atau India? Tansen, seorang pemuda free-spirited--pecinta kebebasan, yang tinggal di Bali, harus datang ke Jakarta karena kerabatnya yang meninggal.

Masalahnya, dia tidak tahu siapa itu 'kerabatnya'. Dan ternyata, dia dapat warisan. Sebuah kunci dan secarik kertas berisikan sebuah alamat. Maka pergilah Tansen ke sebuah ruko yang tampaknya tidak pernah terurus itu, dan bertemu dengan Pak Hadi. Dari mulut Pak Hadi mengalirlah cerita tentang darah yang mengalir di nadi Tansen. Darah campuran Cina dan India. Mungkin karena India yang dominan dan Cina yang resesif jadi Tansen seperti orang India. Maklum baru belajar genetika lagi.

"Sini, saya kenalken sama Madre."

Ternyata ruko yang ditempati Pak Hadi dulunya toko roti, Tan de Bakker. Toko Roti Tan. Milik Tan, yang ternyata kakeknya Tansen.

Dan Madre, adalah kesayangan pegawai-pegawai Tan termasuk Tan dan Pak Hadi sendiri. Tolong jangan bayangkan Didi Petet sebagai gollum yang mendesis-desis, "My preciousss." Jadi ingat The Hobbit dan LoTR mau cetak ulang.

Yang saya suka dari cerita Dee (termasuk Madre) adalah bagaimana lancarnya cerita mengalir. Tapi mungkin karena ini bisa dikategorikan sebagai cerpen atau novelet, jadi tokoh-tokohnya kurang 'berasa' ya. Tiba-tiba saja Tansen cepat betah tinggal di Jakarta. Tiba-tiba saja Tansen cepat menerima warisannya...

Jujur, saya lebih suka Filosofi Kopi, dan masih berharap akan dibuat film-nya... Madre juga mau ada film-nya dengan Vino Bastian sebagai Tansen dan Didi Petet sebagai Pak Hadi (ya itu kenapa saya sebut-sebut Didi Petet di atas.)

Ada lagi cerita yang saya suka, Menunggu Layang-layang. Saya tidak akan bercerita panjang lebar tentang cerita ini, karena ini adalah cerita cinta dari Dee yang paling saya suka setelah Kugy dan Keenan. :p

"Aku ingin jadi layang-layang. Layang-layang itu bebas di langit. Tapi tetap ada benang yang mengikatnya di bumi. Jangan lepasin aku."

Ah, saya memang tidak pernah dikecewakan oleh penulis satu ini. Oke, saya memang agak kecewa dengan Madre yang tidak sebagus Filosofi Kopi (kenapa jadi dibandingin lagi?), tapi kekecewaan saya terobati dengan cerpen dan sajak lainnya. :)

Seorang laki-laki tak kuasa bertanya
Mengapa perempuan ada
Siapa itu yang berdiam dalam keanggunan
Tanpa perlu mengucap apa-apa
Ialah puisi yang mengatur cinta dengan bumi dan rahasia
Hingga semua jiwa bergetar saat pulang ke pelukannya


Rating: 4/5

Saturday, October 27, 2012

Rakhmawati Fitri's Kening






Judul: Kening
Penulis: Rakhmawati Fitri
Penerbit: Terrant Books
Tebal: 194 hal.

Review:
Review dan sinopsisnya digabung aja ya, berhubung di cover belakang buku gak ada sinopsis, cuma blurb dari orang-orang.

Isinya kumpulan cerita tulisan Fitrop alias Fitri Tropika, iya, artis heboh itu (heboh karena sikapnya) yang dulu pernah dikabarkan dekat sama artis cowok yang imut itu. :))

Membaca buku ini membuat saya sadar kalau... artis juga manusia. Kalau selama ini kita tidak tahu apa-apa tentang orang-orang yang berada di dalam layar kaca. Hal ini juga diungkapkan oleh Fitrop.

Dan begitu ada hal yang gak sesuai banget sama kenyataannya lo cuma bisa teriak pasrah, "Yeee sok tau!" ke arah TV, meskipun lo tau, it won't change anything.

  • Cerita pertama, Hello Goodbye, tentang... yah apalagi? cinta.

Pasti pada punya mantan tersayang, kan? Mantan yang selalu diingat? Mantan yang bikin kalian ngebanding-bandingin dengan pacar/gebetan terkini? Apa, "kalian"? Sori ya, saya mah gak punya, masih kecil ngapain pacaran. :))

Namanya Agra, dan dia sahabat gebetannya Fitrop. Dari yang awalnya curhat soal Owl (sahabatnya Agra) malah jadi sama-sama suka. Tapi ya, biasa, dipendem karena gak mau persahabatan mereka rusak. Eh ternyata Agra juga pengennya mereka jadian. Ya jadian akhirnya. :))

"Kamu akan ada di atas sana, and I will be happy to see you from here. Tunggu aku ya.. see you at the finish line... Bumw.."


  • Love Letter Untukmu, Dan Kamu 

  • Yap, sesuai namanya, ini surat cinta. :)) Dikirain masih ada hubungannya dengan cerita pertama... ternyata beda lagi.

    We've been through many years together. Dan karena sekarang saya harus tinggal di Jakarta, jadinya ya begini, trapped in so-called-long-distance-relationship circumstance. Apa daya kening tak sampai. Semoga jarak tak menjadi masalah buatku, juga buat kamu, dan kamu. Kita.

    • Mendongeng, Jreng!
    Pengalaman Fitrop yang harus mendongeng untuk sepupu-sepupunya yang masih kecil. Lucu deh membaca dongeng bikinan Mbak Fitrop ini. Tentang Putri yang memiliki hidung sebesar bison yang sembunyi di hutan bersama sahabatnya, Pangeran Bino, demi menghindari pangeran Jaka Gerimis idolanya.

    Lengkap dengan dua lubang hidung super besar dan tahi lalat hitam yang gak kalah besar tepat di bawah lubang hidung kanannya. Hal itu menyebabkan Sang Putri seringkali mendapatkan julukan "Putri Upil Bison".

    Sementara Mojang Macho, Kain Gaib Daeng, dan Pagi Manis Asam Asin menceritakan tentang pengalaman-pengalaman lucu Mbak Fitrop.

    Cara penulisan Mbak Fitrop ini jujur dan blak-blakan tanpa mengurangi kelucuan. Ini kedua (atau ketiga ya?) kalinya saya membaca Kening dan rasa humor itu masih ada, membuat saya masih terus tertawa.

    Mbak Fitrop, nulis buku lagi dong! x)

    Hampir lupa, ada lagi Trims tentang pertanyaan-pertanyaan dari followers Twitter-nya yang seringkali dijawab asal-asalan tapi tetap lucu!

    Q: Pandai nyanyi sejak kapan?
    A: Sejak pandai bersilat lidah. Trims. (via: @KeNy_KeKeN)

    Q: Fitrop pandai bersilat lidah sejak kapan?
    A: Sejak masuk Perguruan Butong sama Cu Pe Tong. Trims. (via: @frojabhy)

    Rating: 4/5 x)

    Friday, October 26, 2012

    Di Antara Kebahagiaan, Cinta, dan Perselingkuhan


    Judul: Di Antara Kebahagiaan, Cinta, dan Perselingkuhan: 25 Cerpen Kahitna.
    Penulis: Kahitna
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Tebal:  173 hal.

    Sinopsis:
    Menandai 25 tahun perjalanan musikalnya, buku kumpulan cerpen ini berisi cerpen-cerpen yang ditulis personil Kahitna dan sahabat-sahabat Kahitna. Keseluruhan cerpen di buku ini mengambil judul sekaligus terinspirasi dari lagu-lagu Kahitna. Membaca masing-masing cerita pendek di buku ini, kita akan memahami mengapa Kahitna bisa bertahan begitu lama di hati para penggemarnya. Jawabannya tentu ada pada cinta. Kahitna selalu memiliki cara yang menyentuh dan universal untuk menyampaikan rasa cinta mereka pada penggemarnya.
    Review:
    Kumcer ini awalnya tidak ada dalam wishlist saya, karena saya sendiri hanya penikmat musik Kahitna. Bukan fans atau Soulmate Kahitna. Tapi karena saya melihat kakak saya pulang membawa tiga buku di dalam kantong plastik yaitu Madre, Kening, dan 25 Cerpen Kahitna, saya langsung ambil yang terakhir. XD

    Namanya juga baca kumcer, pasti ada cerpen yang saya suka dan ada yang tidak. Dan namanya juga cerita pendek, tidak selalu bisa dapat feel si tokoh karena terlalu singkat.

    Tapi dari 25 cerpen, saya paling suka cerita-cerita ini:
    • Sampai Nanti, by Mario Ginanjar.
    Tentang sepasang kekasih yang sama-sama galau lantaran si perempuan harus pergi melanjutkan studi di luar.

    Ah, apa pun itu, di bandara, pada hari yang sangat menentukan itu, aku belahar melepaskanya. Pergi. Demikian juga dengan dirinya, juga harus belajar memaknai arti perpisahan. Dan yang pasti, sebagaimana perempuan kebanyakan, dia akan lebih dari mampu menanggungkan kesendirian. Sampai nanti, Sayang.

    • Soulmate, by Dhewi Bayu Larasati.  
    Aku tahu ini sudah sangat keterlaluan. Sebenarnya sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Tapi apa dayaku ketika toh kakiku tetap melangkah menuju bangku putih itu. Dia sudah menunggu di sana. Kakinya berayun pelan, ekspresinya teduh. Pada saat itu aku tidak memikirkan apa-apa kecuali melangkah lebih cepat.

    •  Suami Terbaik, by Yovie Widianto.
    "Dalam hidupku, tak ada bidadari lain... kecuali kamu."

    Rating:  3/5 

    Kāla Kālī






    Judul: Kāla Kālī
    Penulis: Valiant Budi & Windy Ariestanty
    Penerbit: GagasMedia
    Tebal: 340 hal.
    Format: Paperback

    Sinopsis:

    Gegas dan waktu tak pernah bisa berbagi ruang, apalagi, berbagi cerita. maka, saling mencarilah mereka, berusaha menggenapi satu sama lain. hingga satu titik, kāla menjadi mula dan kālī mengakhiri cerita.

    ***

    Aku merasa kembali menjadi balita, mengentak-entakkan kaki ke lantai sambil bertepuk-tepuk tangan gembira. Tidak ingin membuang-buang waktu, aku segera meniup lilin sambil berharap dalam hati akan ada lilin serupa untuk tahun depan, di atas sepotong kue yang dibawakan Ibu. AMIN!

    Berbagai potongan kenangan dengan Ibu berkelebatan hebat di benakku. Aku mungkin berbeda dengan remaja lainnya yang kala mengingat masa kecil selalu dengan tawa dan kebersamaan yang hangat; seperti yang kulihat di lembaran iklan-iklan susu balita atau es krim literan itu.

    Dan, setiap kenangan itu hadir, ingin rasanya membalikkan langkah.
    (Ramalan dari Desa Emas, Valiant Budi)

    —-

    Setiap kali berulang tahun, aku semakin mendekati tempat asalku: ketiadaan. Ibuku bilang, dunia ini sendiri pun lahir dari ketiadaan. Karena lahir dari ketiadaan, mengapa pula harus mencemaskan kehilangan?

    Ketiadaan itu meluaskan, kata Ibu, dan mempertemukan manusia dengan banyak hal, di antaranya cinta. ‘Aku berharap bisa melindungimu dari patah hati. Tapi, itu tak mungkin.’
    (Bukan Cerita Cinta, Windy Ariestanty)

    ***

    Kāla Kālī: Hanya Waktu yang Tak Pernah Terlambat adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis kenamaan GagasMedia, Windy Ariestanty dan Valiant Budi. Keduanya mempersembahkan sebuah cerita yang bermain-main sekaligus memberi ruang pada waktu.
    Review:
    Curhat dikit dulu ya...

    Laptop saya rusak. Kejadiannya waktu saya menulis review This Lullaby. Laptop tiba-tiba nge-freeze tapi lagu yang saya putar masih berjalan. Maklum ya, saya calon anak Teknik Informatika. CALON. Jadi perbuatan ini tidak tahu bisa dibetulkan atau tidak: cabut batere laptop. Tapi pas dinyalakan lagi... tidak nyala. Terus nasib review This Lullaby gimana? Terpaksa pakai laptop punya Ayah, yang pulang seminggu sekali. Jadi inilah alasan kenapa review Kala Kali terlambat.

    Oke cukup curhatannya.

    Awal lihat penampakan novel ini di BukaBuku, melihat cover dan sinopsisnya yang bagus pastinya membuat saya ingin membaca. Dan saya juga belum pernah membaca novel karangan Valiant Budi (dipanggilnya Vabyo ya?) dan Windy Ariestanty, makin penasaranlah saya.


    Singkat kata, ketika novel ini sudah keluar, ternyata banyak yang kecewa. Jadi galau, beli jangan? Untungnya, adik kelas saya yang mengoleksi GagasDuet (makasih, Mon! Nanti minjem Beautiful Mistake ya!) mau berbaik hati meminjamkan saya novel ini.

    Cerita pertama yaitu Ramalan dari Desa Emas oleh Mas Vabyo, yang bercerita tentang Keni, hampir berumur 18 tahun, mau merayakan ulang tahunnya dengan menyepi. Maksudnya merayakan ulang tahunnya dengan berlibur sendirian di sebuah desa. Tak disangka, dia bertemu dengan seorang anak kecil yang meramalkan kalau Keni akan mati sebelum dia berumur 18 tahun.

    Yak, saya betul-betul kecewa dengan cerita yang satu ini. Mohon maaf untuk pembaca-pembaca Mas Vabyo di luar sana yang kebetulan membaca review saya yang tidak pernah membaca satupun karyanya kecuali ini.

    Saya tidak begitu sreg dengan cara Keni (tokoh utama) bercerita. Memang lucu dan blak-blakan. Sayangnya, cara Keni bercerita mungkin akan lebih bagus bila Keni itu laki-laki. Bukan perempuan. Betul sekali, untuk yang sedang membaca novel ini, Keni adalah seorang perempuan. Saya sendiri terkecoh melihat penuturan Keni yang seperti laki-laki. Atau mungkin karena dia tomboy? Ah, untuk yang ingin tahu lebih jelas maksud saya, silakan lihat review dari Mbak Primadonna Angela.

    Untuk plot, lumayan sih. Kayak Final Destination. Tapi tetap saja plot seperti itu dikacaukan dengan (sekali lagi) cara Mas Vabyo bercerita tentang Keni. Ending-nya juga, hmm, twisted. Tapi saya masih tidak mengerti... ada yang mau menjelaskan?

    Cerita kedua: Bukan Cerita Cinta, oleh Mbak Windy Ariestanty.

    Ceritanya berbeda sekali dari cerita pertama. Ini novel GagasDuet ketiga yang saya baca setelah With You dan Truth or Dare, dan dari dua novel itu, masing-masing memiliki tokoh yang saling berkaitan. Seperti di With You, Cindy di Cinderella Rockefella dan Lyla di Sunrise adalah saudara sepupu. Sementara Truth or Dare tentang dua orang sahabat yang menceritakan pengalaman mereka masing-masing. Saya kira, Kala Kali juga akan seperti itu.

    Bumi, sang tokoh utama, bekerja sebagai seorang editor. Adegan pertama dimulai dengan Bumi sedang berbincang dengan salah satu penulisnya, Aksara. Mereka berbicara tentang cinta.

    Saya tidak tahu ke mana cerita ini akan membawa saya. Setelah bengong sendiri melihat gaya penulisan Mas Vabyo yang lucu dan blak-blakan, saya kembali bengong melihat gaya penulisan Mbak Windy yang serius dengan bahasa baku. Benar-benar berbeda 180 derajat.

    Banyak yang bilang lebih suka Ramalan dari Desa Emas dibanding Bukan Cerita Cinta, tapi saya lebih suka karya Mbak Windy. Bukannya bermaksud membandingkan, tapi saya lebih suka penuturan Bumi dibanding Keni yang menurut saya tidak jelas atau bahasa gaulnya geje.

    Mungkin saya memang berharap terlalu banyak dari buku ini. Tapi nanti mau baca buku-bukunya Mbak Windy dan Mas Vabyo ah. #kodeberharapdipinjemin

    Rating: 2.5/5

    Sunday, September 23, 2012

    Ika Natassa's Antologi Rasa



    Judul: Antologi Rasa
    Penulis: Ika Natassa
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Tebal: 328 hal.

    Sinopsis:
    K e a r a

    Were both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe.
    How can we be so different and feel so much alike, Rul?
    Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu.
    Three years of my wasted life loving you.

    R u l y

    Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

    H a r r i s

    Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love."
    Thats probably as close as I can get to hearing that she loves me.

    Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?
    Review:
    Empat orang sahabat yang menjadi dekat karena tinggal serumah saat dinas kerja. Harris, Keara, Ruly, dan Denise. Harris mencintai Keara, Keara mencintai Ruly, Ruly mencintai Denise, Denise sudah menikah dengan seorang laki-laki bernama Kemal. Cukup rumit, bukan?

    Cerita diawali dengan perjalanan Harris dan Keara menonton F1 di Singapur. Diawali dengan bagaimana Harris mencintai Keara dan bagaimana Keara tidak menyadarinya dan hanya memikirkan Ruly, Ruly, dan Ruly.

    Sampai akhirnya satu kejadian meretakkan persahabatan mereka berdua.

    Dari semua novel karya Ika Natassa, saya paling suka Antologi Rasa ini. Saya suka membaca novel di mana tokoh-tokohnya memiliki sudut pandangnya masing-masing dengan suara yang berbeda-beda. Kisah ini memang klise, I love you, you love her, and she loves him. Tapi saya tetap suka, karena Mbak Ika mengemas cerita ini dengan gayanya yang khas.

    Dari semua tokoh di novel ini, saya paling suka (siapa lagi) Harris Risjad. Who doesn't love a bad boy in a love triangle? :))

    "Pada detik ini gue sadar satu persamaan kita, Keara. We both get the glorious front seat of watching the one we love loves somebody else."

    Banyak yang berkomentar akhirnya kurang memuaskan. Tapi saya puas dengan ending semacam itu. Realistis. Saya biasa menyebutnya a bittersweet ending setelah membaca Mockingjay. :p Saya agak mengharapkan Mbak Ika mau menulis sekuel Antologi Rasa seperti Twivortiare yang menjadi sekuel Divortiare. :)

    4/5

    Tuesday, September 18, 2012

    Winna Efendi and Yoana Dianika's Truth or Dare


    Judul: Truth or Dare
    Penulis: Winna Efendi dan Yoana Dianika
    Penerbit: GagasMedia
    Tebal: 304 hal.

    Sinopsis:

    LONG TIME NO SEE
    Suaramu seperti embusan udara segar saat terdengar di gagang telepon. Apa kabarmu, Teman? Semoga waktu memperlakukanmu dengan baik. Oh ya, tentu saja aku juga kangen padamu. Bahkan sampai detik ini, kau selalu ada di speed dial handphone-ku—dan juga hatiku.

    MISS YOU LIKE CRAZY 
    Banyak yang ingin aku ceritakan padamu saat bertemu nanti. Tentang teriknya matahari, tentang indahnya rembulan. Tentang ceritaku yang terjadi di antaranya.

    WISH YOU WERE HERE 
    Tahukah kamu, sampai kau kembali lagi, akan selalu ada dua kursi di teras rumahku? Dan setiap sore, aku duduk di sana, membaca buku dan menunggu. Aku ingin, saat kau datang nanti, akulah orang yang pertama kali kau temui. Yang berlari ke arahmu sambil memekik senang.

    Menjadi orang pertama yang akan memberimu pelukan selamat datang....
    Review:
    GagasDuet saya yang kedua! Bercerita tentang persahabatan antara Alice dan Catherine di sebuah kota kecil bernama Bellfast.

    Novel ini dibagi menjadi dua cerita: Alice, yang ditulis oleh Winna Efendi. Dan Catherine, yang ditulis oleh Yoana Dianika. Persahabatan Alice dan Catherine awalnya baik-baik saja, sampai akhirnya Julian datang. Sudah bisa ditebak, Alice dan Catherine memiliki perasaan yang sama terhadap Julian.

    "Ini mungkin terdengar gila, dan nggak masuk akal. But I think I love him, Al."
    I think I love him too, Cat.

    Agak kecewa dengan novel ini. Kecewa karena twist yang diberikan kedua penulis di pertengahan cerita. Kecewa karena ending-nya tidak seperti yang saya harapkan. Kecewa dengan Catherine. Dan masih banyak lagi.

    Saya makin suka dengan cerita yang ditulis Winna Efendi. Di cerita Alice, rasanya saya menemukan gabungan tokoh-tokoh yang diciptakannya menjadi satu di diri Alice. Saya menemukan Freya, saya menemukan Annalise, saya bahkan menemukan Maybella di diri Alice. Iya, Maybella salah satu anggota clique-nya Rashi.

    Tapi malah dengan gabungan semua tokoh-tokoh Mbak Winna, saya jadi makin menyukai Alice. Rasanya ingin punya teman seperti dia. Suka, deh sama si Alice ini.

    Sementara yang Catherine... yah, bisa dibilang saya agak kecewa karena keegoisan Catherine. Dan juga kenapa Catherine bisa mengabaikan Alice dengan gampangnya? Katanya mereka bersahabat? :|

    "Tapi, sahabat sejati selalu jujur pada satu sama lain, apapun permasalahannya. Sahabat sejati nggak melakukan apa yang kau lakukan."

    Overall, mungkin karena ekspektasi saya terlalu tinggi setelah membaca GagasDuet yang lain. Yaitu With You-nya Christian Simamora dan Orizuka. :| Apalagi dengan pengulangan plot (di novel-novel Winna Efendi, kalau Yoana Dianika, belum pernah baca), membuat saya merasa de javu.

    Semoga di novel Winna Efendi yang selanjutnya mengambil tema cerita yang berbeda ya. Seperti Unforgettable. :D Dan saya pastinya akan membaca Till We Meet Again-nya Yoana Dianika. (Malu juga, sih, Hujan dan Teduh sudah saya baca. Novel Kau juga sudah. Tinggal TWMA aja.)

    Rating: 3/5

    Saturday, September 15, 2012

    Ika Natassa's Twivortiare

    Judul: Twivortiare
    Penulis: Ika Natassa
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Tebal: 360 hal.

    Sinopsis:
    “Commitment is a funny thing, you know? It’s almost like getting a tattoo. You think and you think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep.”

    Do busy bankers tweet? Yes, they do. Empat tahun setelah Divortiare, Alexandra membuka kembali hidupnya kepada publik melalui akun Twitter-nya @alexandrarheaw. Lembar demi lembar buku ini adalah hasil “mengintip” kehidupannya sehari-hari, pemikirannya yang witty dan sangat jujur, spontan, chaotic, dan terkadang menusuk, yang akhirnya akan bisa menjawab pertanyaan: “Dapatkah kita mencintai dan membenci seseorang sedemikian rupa pada saat bersamaan?”

    Twivortiare adalah kisah klasik tentang cinta dan luka, terangkai dalam tweets, mentions, dan DM yang lahir lewat ujung-ujung jemari karakter-karakternya.

    Review:
    Haaah baru saja kemarin menulis resensi novelnya David Levithan yang The Lover's Dictionary yang formatnya unik, seperti kamus. Sekarang saya juga baru saja menyelesaikan sekuel dari Divortiare, yaitu Twivortiare.

    Friday, September 14, 2012

    Ika Natassa's Divortiare

    Judul: Divortiare
    Penulis: Ika Natassa
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Tebal: 288 hal.

    Sinopsis:

    Commitment is a funny thing, you know? It's almost like getting a tattoo. You think and you think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep.

    "Jadi lebih penting punya Furla baru daripada ngilangin nama mantan laki lo dari dada lo?"
    Pernah melihat Red Dragon? Aku masih ingat satu adegan saat Hannibal Lecter yang diperankan Anthony Hopkins melihat bekas luka peluru di dada detektif Will Graham (Edward Norton), dan berkata, "Our scar has a way to remind us that the past is real."

    Tapi kemudian mungkin kita tiba di satu titik ketika yang ada hanya kebencian luar biasa ketika melihat tato itu, and all you wanna do is get rid of it. So then you did.

    Alexandra, 27 tahun, workaholic banker penikmat hidup yang seharusnya punya masa depan cerah. Harusnya. Sampai ia bercerai dan merasa dirinya damaged good. Percaya bahwa kita hanya bisa disakiti oleh orang yang kita cintai, jadi membenci selalu jadi pilihan yang benar.

    Little did she know that fate has a way of changing just when she doesn't want it to.

    Review:
    Buku Ika Natassa kedua yang saya baca. Yang pertama itu Antologi Rasa. Lebih suka dinaratori oleh Keara (dan Harris!) dibandingkan oleh Alex, tapi sebenarnya mereka sama-sama banker yang susah move on dari satu orang. Dan juga sama-sama punya sahabat perempuan yang bitchy dan MILF, dan juga sahabat laki-laki yang player.