Yes, I've been tagged by kak Linda @ Reading with Archuleta, saying,
... okay.I will tag 3 book-bloggers who are so often update their blog lately, just like me. #nooffense #really :p
Here we go:
... okay.I will tag 3 book-bloggers who are so often update their blog lately, just like me. #nooffense #really :p
![]() |
| Sebenernya saya cuma ikut-ikutan pakai gambar ini. |
Pembaca Tersayang,
Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.
Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori, dan Montase mengajak kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tidak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemukannya. Apakah perjalanannya ini sia-sia belaka?
Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.
Enjoy the journey,
EDITOR
Catatan Pinggir, esei pendek Goenawan Mohamad setiap minggu untuk majalah Tempo, di antaranya terbit dalam terjemahan bahasa Inggris oleh Jennifer Lindsay, dalam Sidelines (1994) dan Conversations with Difference (2002).Kritiknya diwarnai keyakinan Goenawan bahwa tak pernah ada yang final dalam manusia. Kritik yang, meminjam satu baikt dalam sajaknya, "dengan raung yang tak terserap karang".Obrolan seru dengan Paman saya yang rupanya lebih setuju keponakan perempuannya ini mengambil Jurnalisme untuk kuliah (meskipun ternyata keponakannya itu sudah dua kali diabaikan oleh PTN), membuat saya penasaran dengan buku ini. Saya sering menemukannya di toko buku, tapi karena harga dan ketebalan buku, membuat saya tidak jadi membawanya ke kasir.