Ada apa ya dengan sampul buku berwarna merah dan Secret Santa BBI? Tahun lalu saya dapat Hailstorm yang sampulnya merah, tahun ini saya dapat Kinanthi: Terlahir Kembali. Untung tahun ini, bisa dibilang saya agak kecewa karena kado yang ditunggu tak kunjung datang. Eh, datang, sih, tapi lumayan lama dari tenggat waktu. (Maaf, mba Oky, sudah direpotkan sama WhatsApp-ku, menanyakan tentang itu.) Tapi setelah tahu darimana Santa berasal... saya maklum. Ternyata beliau tinggal bukan di pulau Jawa, tapi saya pernah mendengar tentang tempat tinggalnya, karena banyak teman kuliah saya yang berasal dari situ.
Jadi... terima kasih, Santa. Saya suka sekali Kinanthi (baca & review Surga Retak nanti ya (dikeplak Santa)). Terima kasih juga atas bookmarks lucunya, tahu aja terkadang saya suka susah menemukan pembatas buku untuk buku yang tidak menyediakan. :))
Showing posts with label Contemporary Fiction. Show all posts
Showing posts with label Contemporary Fiction. Show all posts
Friday, January 31, 2014
Saturday, August 17, 2013
More Weird Things Customers Say in Bookshops
Sinopsis:
Customer (holding up a book): What’s this? The Secret Garden? Well, it’s not so secret now, is it, since they bloody well wrote a book about it!
Weird Things Customers Say in Bookshops was a Sunday Times bestseller, and could be found displayed on bookshop counters up and down the country. The response to the book from booksellers all over the world has been one of heartfelt agreement: it would appear that customers are saying bizarre things all over the place - from asking for books with photographs of Jesus in them, to hunting for the best horse owner’s manual that has a detailed chapter on unicorns.
Customer: I had such a crush on Captain Hook when I was younger. Do you think this means I have unresolved issues?
More Weird Things Customers Say in Bookshops has yet more tales from the antiquarian bookshop where Jen Campbell works, and includes a selection of ‘Weird Things...’ sent in from other booksellers across the world. The book is illustrated by the BAFTA winning Brothers McLeod.
Friday, August 9, 2013
Stasiun
Sinopsis:
Adinda putus dengan pacarnya. Kini tak ada lagi Rangga yang biasa mengantarjemput. Tiap pagi Adinda harus naik kereta dari Bogor ke kantornya di Jakarta. Harinya berawal dengan teriakan pedagang asongan, sampah yang bertebaran di peron, para penumpang yang berkeringat dan tergesa, bahkan aksi copet. Masa lalu pun kerap memberatkan langkah.
Ryan "anak kereta" sejati, bersahabat dengan para pedagang kios di sepanjang peron. Bertahun-tahun dia pulang-pergi Bogor-Jakarta naik kereta. Di balik beban kerja yang menyibukkan, ada kesepian yang sulit terobati, apalagi ketika seorang sahabat meninggal.
Tiap pagi mereka menunggu kereta di peron yang kadang berbeda. Tapi jalur yang sama memungkinkan langkah dan hati mereka bertautan. Stasiun jadi saksinya.
Friday, July 5, 2013
Sebelum Mengenalmu
Sinopsis:
Lou Clark tahu banyak hal. Dia tahu berapa langkah jarak antara halte bus dan rumahnya. Dia tahu dia suka sekali bekerja di kedai kopi The Buttered Bun, dan dia tahu mungkin dia tidak begitu mencintai pacarnya, Patrick.
Tetapi Lou tidak tahu bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya, dan peristiwa apa saja yang akan menyusul kemudian.
Setelah mengalami kecelakaan, Will Traynor tahu dia sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Dunianya kini menyusut dan tak ada lagi suka cita. Dan dia tahu betul, bagaimana mesti menghentikannya.
Namun Will tidak tahu bahwa sebentar lagi Lou akan masuk ke dunianya dengan membawa warna-warni ceria. Mereka berdua sama-sama tidak menyadari, betapa mereka akan membawa perubahan besar ke dalam kehidupan satu sama lain.
Monday, June 10, 2013
Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
Sinopsis:
Ada surat panjang yang terlambat sampai.
Tanpa nama pengirim, dan hampir basah oleh tempias hujan.
*
Sejak kecil kita berdua merasa diri kita adalah alien-alien yang tersesat ke Bumi.
Pria itu sudah melupakan seorang teman masa kecilnya saat sebundel amplop itu sampai di beranda rumah.
Kalau kau perlu tahu, aku hanya punya satu macam mimpi. Aku ingin tinggal di rumah sederhana dengan satu orang yang benar-benar tepat. Bila memang aku harus mencurahkan seluruh perhatianku, kepada satu orang itulah hal itu akan kulakukan.
Ia bahkan sudah melupakan mimpi-mimpi masa kecil mereka.
Berpuluh-puluh tahun lamanya, bahkan sejak kali pertama bertemu, aku telah memilihmu dalam setiap doaku. Sesuatu yang tak pernah kauketahui bahkan hingga hari ini. Dan bila kau suruh aku pergi begitu saja, di usiaku yang lebih dari empat puluh ini, aku mungkin telah terlambat untuk mencari penggantimu.
Dan ia tak tahu teman masa kecilnya itu masih mencintainya.
*
Surat-surat itu menarik pria itu ke masa lalu.
Hingga ia tahu, semuanya sudah terlambat.
Saturday, June 8, 2013
[un]affair
Dibuka dengan tokoh utama yang mengalami kesialan di hari itu; ban motor bocor, hujan turun deras, dan... adanya undangan yang menantinya di rumah.
Di Kota Sendu, cinta tak seharusnya datang.
Bajja, dengan dua j, bekerja di bagian desain di sebuah perusahaan percetakan. Dia sering berpapasan dengan seorang gadis berambut panjang di rel kereta api. Gadis itu berjalan ke arah datangnya Bajja, begitu juga sebaliknya.
Maka, betapa kagetnya dia ketika menemukan gadis itu ada di kantornya. Arra, dengan dua r, namanya. Dia ingin mencetak sebuah buku untuk seseorang yang teramat penting dan spesial baginya. Kekasihnya. Tentu saja Bajja tahu itu, siapa yang tidak mau repot-repot mencetak satu buku dengan harga yang tidak murah kalau bukan untuk orang tercinta?
Mereka tidak begitu mengenal, hanya pernah berjalan bersama sekali setelah tidak sengaja bertemu di kafe; itu juga karena Bajja bersikeras mengantar Arra pulang karena sudah malam. Perjalanan mereka berdua memang lebih banyak diisi keheningan dibandingkan suara, tapi itu sudah cukup bagi Bajja untuk terus mengingatnya.
Sampai suatu malam Arra meneleponnya, mengatakan uangnya habis dan sepatunya membuat kakinya terluka. Dia akan datang ke rumah Bajja.
Arra tertidur di sofa rumah Bajja. Tidurnya terlihat lelap, dan dengan memandangi Arra seperti itu, Bajja bertanya-tanya; apa yang dia rasakan?
Entah mengapa, hanya menatap dirinya saja, sanggup membuat jantungku lebih berdegup.Selanjutnya Arra selalu datang ke rumahnya dalam waktu yang bisa ditebak. Bisa keesokan harinya, lusa, atau bahkan berminggu-minggu. Tapi Bajja membiarkannya, meskipun pertanyaan-pertanyaannya menggantung di udara ketika mereka duduk berhadapan; Arra di sofa yang bisa membuatnya tertidur, Bajja di seberangnya.
Kenapa Arra melakukan ini? Bukankah dia sudah memiliki kekasih? Di mana kekasihnya? Apakah Arra juga memiliki perasaan khusus untuk Bajja?
Tuesday, May 21, 2013
Suatu Saat Aku Akan Kembali
Rasanya, sudah lama sekali sejak aku dan dia melihat pelangi di langit utara Pogung.
Ini cerita cinta yang terjadi sebelum dan saat peristiwa Mei '98.
Namun, kembali ke kota ini, seperti menyeruakkan semua ingatan tentangnya; tentang janji yang terucap seiring jemari kami bertautan.
Tentang Nalia, mahasiswi Kedokteran Gigi UGM, yang menjadi ketua panitia untuk sebuah acara BEM Fakultasnya, dan akan meminta bantuan publikasi dari sebuah radio mahasiswa Teknik Elektro.
Di sana, dia bertemu Nino, mahasiswa berkacamata yang selalu terlihat tenang.
Di sana juga, dia mengetahui kalau menyiarkan radio yang belum mendapatkan izin termasuk ilegal. Media masih belum sebebas sekarang. Siapa pun yang berkata jelek tentang Presiden (yang saat itu adalah Soeharto), akan dicari orangnya, dan kemudian, kita tidak akan mendengar apapun tentang orang itu. Hilang.
Ketika akan menyebarkan undangan untuk acaranya, Nalia mendapati dirinya mendengarkan semua keluh-kesah Nino. Dari sana, mereka menjadi dekat.
Sampai akhirnya, peristiwa Mei '98 terjadi. Peristiwa yang akan terus dikenang masyarakat Indonesia. Bahkan setelah 15 tahun Reformasi.
Segera setelah semuanya berakhir, aku pasti akan menghubungimu lagi.
Setelah peristiwa itu juga, Nino... menghilang. Padahal waktu kebersamaan mereka begitu sebentar... begitu cepat. Mereka bahkan belum pernah pergi bersama...
Itulah yang dikatakannya sebelum dia pergi. Dan aku mendekap erat kata-kata itu, menanti dalam harap. Namun, yang datang padaku hanyalah surat-surat tanpa alamat darinya.
Surat-surat Nino tidak terbalas. Nalia hanya bisa duduk di depan gedung Fakultas Teknik, menunggu Nino kembali.
Tapi, di suratnya, Nino tidak mengucapkan kata tunggu.
Beberapa tahun berlalu, Nalia pergi dari kota itu dan berhubungan dengan Faris. Bencana alam, ketika Gunung Merapi meletus lah yang membawa Nalia kembali ke Yogyakarta. Mendengarkan kembali radio mahasiswa Teknik Elektro yang dulu bernama Jawara FM. Dan... mengingat Nino dan surat-surat yang tidak terbalas itu.
Kini, di tempat yang sama, aku mengurai kembali kenangan-kenangan itu...
Monday, May 13, 2013
Pulang
Novel ini dibagi menjadi tiga:
Dimas Suryo, eksil politik, kehilangan identitas dan jati dirinya di Paris karena paspor Indonesianya dicabut. Pulang menjadi kata yang mahal untuknya, bukan secara materi, karena dia dianggap sebagai pendukung PKI. Meskipun dia selalu menganggap dirinya tidak memihak, tapi bagi orang lain, dia memilih kiri.
Lintang Utara, putri dari Dimas, akan pulang. Ya, pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan tugas akhirnya, mempelajari tentang tanah airnya--yang dia ketahui dari keluarganya, dan... masa lalu Ayahnya. Dia tahu Ayah dan teman-temannya merupakan bagian sejarah. Ya, dia berhasil pulang--hanya untuk menjadi saksi mata kerusuhan Mei '98.
Segara Alam. Dengan narator yang berbeda-beda, diceritakan tentang kehidupan di Indonesia 30 tahun setelah Gerakan 30 September. Mulai dari Alam, anak dari Hananto yang juga sahabat Dimas, sampai keluarga Aji Suryo, yang merupakan adik dari Dimas. 30 tahun berlalu, apakah pulang masih menjadi kata yang mahal bagi Dimas?
Friday, May 10, 2013
Why We Broke Up
Sinopsis:
I'm telling you why we broke up, Ed. I'm writing it in this letter, the whole truth of why it happened.
Min Green and Ed Slaterton are breaking up, so Min is writing Ed a letter and giving him a box. Inside the box is why they broke up. Two bottle caps, a movie ticket, a folded note, a box of matches, a protractor, books, a toy truck, a pair of ugly earrings, a comb from a motel room, and every other item collected over the course of a giddy, intimate, heartbreaking relationship. Item after item is illustrated and accounted for, and then the box, like a girlfriend, will be dumped.
Saturday, May 4, 2013
Camar Biru
Penulis: Nilam Suri
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 9797806030
Dalam 10 tahun, banyak hal tak terduga dan berubah. Termasuk persahabatan bujur sangkar yang terdiri atas dua pasang kakak-adik; Naren dan Nina, Sinar dan Adhit.
Persahabatan mereka berubah karena kematian Naren.
Sinar, yang paling dekat dengan Naren setelah Nina, merasa terpukul dan pergi ke luar negeri. Pergi di saat Nina paling membutuhkannya.
Dan Nina tidak akan lagi pernah sama.
Hanya Adhit yang tersisa.
Aku membutuhkanmu.
Adhit lah yang membantu Nina pindah rumah. Memarahi Nina karena ketahuan keluar malam-malam untuk beli kopi. Menjadi orang pertama yang ditelepon Nina saat dia terbangun karena mimpi buruk. Membelikan Nina buku-buku yang berguna untuk pekerjaannya sebagai ilustrator.
Aku membutuhkanmu -- dan bisa jadi aku mencintaimu.
Ketika mereka akan menikah, barulah Nina menyadari betapa pentingnya Adhit selama ini. Butuh waktu 10 tahun bagi Nina untuk melihat Adhit sebagai... sosok yang dia cintai. Tapi bagaimana dengan masa lalu Nina? Mimpi-mimpi buruk Nina?
Tapi, aku belum akan mengakui ini padamu. Aku belum siap meruntuhkan bentengku dan membiarkanmu memiliki hatiku..
Thursday, May 2, 2013
The Statistical Probability of Love at First Sight
Goodreads:
Who would have guessed that four minutes could change everything?
Today should be one of the worst days of seventeen-year-old Hadley Sullivan's life. Having missed her flight, she's stuck at JFK airport and late to her father's second wedding, which is taking place in London and involves a soon-to-be stepmother Hadley's never even met. Then she meets the perfect boy in the airport's cramped waiting area. His name is Oliver, he's British, and he's sitting in her row.
A long night on the plane passes in the blink of an eye, and Hadley and Oliver lose track of each other in the airport chaos upon arrival. Can fate intervene to bring them together once more?
Quirks of timing play out in this romantic and cinematic novel about family connections, second chances, and first loves. Set over a twenty-four-hour-period, Hadley and Oliver's story will make you believe that true love finds you when you're least expecting it.
Wednesday, April 24, 2013
Pushing the Limits
![]() | ||||||
"I won't tell anyone, Echo. I promise." Noah tucked a curl behind my ear. It had been so long since someone touched me like he did. Why did it have to be Noah Hutchins? His dark brown eyes shifted to my covered arms. "You didn't do that-did you? It was done to you?" No one ever asked that question. They stared. They whispered. They laughed. But they never asked.
So wrong for each other...and yet so right.
No one knows what happened the night Echo Emerson went from popular girl with jock boyfriend to gossiped-about outsider with "freaky" scars on her arms. Even Echo can't remember the whole truth of that horrible night. All she knows is that she wants everything to go back to normal. But when Noah Hutchins, the smoking-hot, girl-using loner in the black leather jacket, explodes into her life with his tough attitude and surprising understanding, Echo's world shifts in ways she could never have imagined. They should have nothing in common. And with the secrets they both keep, being together is pretty much impossible.Yet the crazy attraction between them refuses to go away. And Echo has to ask herself just how far they can push the limits and what she'll risk for the one guy who might teach her how to love again.
Wednesday, March 27, 2013
A Little Wanting Song
Title: A Little Wanting Song
Author: Cath Crowley
Publisher: Knopf Books for Young Readers
Format: Ebook
Summary:
A summer of friendship, romance, and songs in major chords. . . .
CHARLIE DUSKIN loves music, and she knows she's good at it. But she only sings when she's alone, on the moonlit porch or in the back room at Old Gus's Secondhand Record and CD Store. Charlie's mom and grandmother have both died, and this summer she's visiting her grandpa in the country, surrounded by ghosts and grieving family, and serving burgers to the local kids at the milk bar. She's got her iPod, her guitar, and all her recording equipment, but she wants more: A friend. A dad who notices her. The chance to show Dave Robbie that she's not entirely unspectacular.
ROSE BUTLER lives next door to Charlie's grandfather and spends her days watching cars pass on the freeway and hanging out with her troublemaker boyfriend. She loves Luke but can't wait to leave their small country town. And she's figured out a way: she's won a scholarship to a science school in the city, and now she has to convince her parents to let her go. This is where Charlie comes in. Charlie, who lives in the city, and whom Rose has ignored for years. Charlie, who just might be Rose's ticket out.
Told in alternating voices and filled with music, friendship, and romance, Charlie and Rose's "little wanting song" is about the kind of longing that begins as a heavy ache but ultimately makes us feel hopeful and wonderfully alive.
Sunday, January 20, 2013
The Sea of Tranquility
Title: The Sea of Tranquility
Author: Katja Millay
Publisher: Antisocialite Press LLC
Pages: 380 p
Review:
Wednesday, January 16, 2013
Dash and Lily's Book of Dares
Title: Dash and Lily's Book of Dares
Author: David Levithan and Rachel Cohn
Pages: 260 pages
Summary (from Goodreads):
"I've left some clues for you.
If you want them, turn the page.
If you don't, put the book back on the shelf, please."
So begins the latest whirlwind romance from the "New York Times" bestselling authors of "Nick & Norah's Infinite Playlist." Lily has left a red notebook full of challenges on a favorite bookstore shelf, waiting for just the right guy to come along and accept its dares. But is Dash that right guy? Or are Dash and Lily only destined to trade dares, dreams, and desires in the notebook they pass back and forth at locations across New York? Could their in-person selves possibly connect as well as their notebook versions? Or will they be a comic mismatch of disastrous proportions?
Rachel Cohn and David Levithan have written a love story that will have readers perusing bookstore shelves, looking and longing for a love (and a red notebook) of their own.
Wednesday, December 19, 2012
The Lonely Hearts Club
Judul: The Lonely Hearts Club
Penulis: Elizabeth Eulberg
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Penerbit: Bentang Belia
Tebal: 282 halaman
Sinopsis (dari Goodreads):
Penulis: Elizabeth Eulberg
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Penerbit: Bentang Belia
Tebal: 282 halaman
Sinopsis (dari Goodreads):
Mana yang lebih penting? Pacar atau sahabat?
Setelah dikhianati Nate, Penny Lane bersumpah nggak akan mau dekat-dekat apalagi sampai pacaran sama manusia berlabel cowok. Sohibnya, Diane meninggalkan Penny juga demi cowok. Gimana Penny nggak makin kebakaran?
Penny nggak sendiri. Banyak cewek di sekolah punya pengalaman sama: korban cowok nggak penting! Penny akhirnya mendirikan sebuah klub cewek jomblo The Lonely Heart Club.
Peraturan utamanya ekstrim: nggak boleh pacaran! Hufft…apa bisa aturan gila ini ditaati?
Masalah lalu muncul saat Ryan Bauer-cowok populer di sekolah mendekati Penny. Sementara itu ikatan diantara sohib cewek The Lonely Heart Club makin kuat.
Mampu nggak sih Penny Lane menahan godaan untuk nggak nge-datesama Ryan yang super cool? Siapa yang akan dipilih Penny? Cowok yang jadi rebutan cewek satu sekolah atau klub berisi sohib yang super asyik?
Sunday, December 16, 2012
Weird Things Customers Say in Bookshops
Judul: Weird Things Customers Say in Bookshops
Penulis: Jen Campbell
Penerbit: Constable and Robinson
Format: e-book
Summary (from Goodreads):
From the hugely popular blog, a miscellany of hilarious and peculiar bookshop moments:
'Can books conduct electricity?'
'My children are just climbing your bookshelves: that's ok... isn't it?'
A John Cleese Twitter question ['What is your pet peeve?'], first sparked the 'Weird Things Customers Say in Bookshops' blog, which grew over three years into one bookseller's collection of ridiculous conversations on the shop floor. From 'Did Beatrix Potter ever write a book about dinosaurs?' to the hunt for a paperback which could forecast the next year's weather; and from 'I've forgotten my glasses, please read me the first chapter' to'Excuse me... is this book edible?'
This full-length collection illustrated by the Brothers McLeod also includes top 'Weird Things' from bookshops around the world.
Saturday, December 1, 2012
Wanderlove
Title: Wanderlove
Author: Kirsten Hubbard
Publisher: Delacorte Books for Young Readers
Format: e-book
Summary (from Goodreads):
It all begins with a stupid question:Review:
Are you a Global Vagabond?
No, but 18-year-old Bria Sandoval wants to be. In a quest for independence, her neglected art, and no-strings-attached hookups, she signs up for a guided tour of Central America—the wrong one. Middle-aged tourists with fanny packs are hardly the key to self-rediscovery. When Bria meets Rowan, devoted backpacker and dive instructor, and his outspokenly humanitarian sister Starling, she seizes the chance to ditch her group and join them off the beaten path.
Bria's a good girl trying to go bad. Rowan's a bad boy trying to stay good. As they travel across a panorama of Mayan villages, remote Belizean islands, and hostels plagued with jungle beasties, they discover what they've got in common: both seek to leave behind the old versions of themselves. And the secret to escaping the past, Rowan’s found, is to keep moving forward.
But Bria comes to realize she can't run forever, no matter what Rowan says. If she ever wants the courage to fall for someone worthwhile, she has to start looking back.
Kirsten Hubbard lends her artistry to this ultimate backpacker novel, weaving her drawings into the text. Her career as a travel writer and her experiences as a real-life vagabond backpacking Central America are deeply seeded in this inspiring story.
Easy
Title: Easy
Author: Tamara Webber
Publisher: CreateSpace
Pages: 316 p
Summary (from Goodreads):
A girl who believes trust can be misplaced, promises are made to be broken, and loyalty is an illusion. A boy who believes truth is relative, lies can mask unbearable pain, and guilt is eternal. Will what they find in each other validate their conclusions, or disprove them all?Review:
When Jacqueline follows her longtime boyfriend to the college of his choice, the last thing she expects is a breakup two months into sophomore year. After two weeks in shock, she wakes up to her new reality: she's single, attending a state university instead of a music conservatory, ignored by her former circle of friends, and failing a class for the first time in her life.
Leaving a party alone, Jacqueline is assaulted by her ex's frat brother. Rescued by a stranger who seems to be in the right place at the right time, she wants nothing more than to forget the attack and that night--but her savior, Lucas, sits on the back row of her econ class, sketching in a notebook and staring at her. Her friends nominate him to be the perfect rebound.
When her attacker turns stalker, Jacqueline has a choice: crumple in defeat or learn to fight back. Lucas remains protective, but he's hiding secrets of his own. Suddenly appearances are everything, and knowing who to trust is anything but easy.
Friday, November 30, 2012
Dan Hujan Pun Berhenti
Judul: Dan Hujan Pun Berhenti
Penulis: Farida Susanty
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
Tebal: 322 halaman
Sinopsis (dari Goodreads):
Kamu mungkin tidak akan bisa mengerti Leo yang tidak percaya pada siapa pun di dunia ini.Review:
Tapi mungkin Spiza, gadis yang mencoba bunuh diri di sekolahnya, bisa.
Pertama kali lihat buku ini di Pitimoss, tempat rental buku langganan yang deket sama sekolah & rumah (ada cabangnya, yang satu deket sekolah, yang satu lagi deket rumah). Dan ternyata Pitimoss juga tempat langganan teteh Farida Susanty waktu masih SMA hahaha, dan waktu saya pinjam kumcernya, Karena Kita Tidak Kenal, ada tanda tangannya loh! :))
Jadi... novel ini gelap.
Gelap karena penuh dengan angst seorang remaja laki-laki bernama Leostrada yang kehilangan sesosok perempuan yang amat berarti baginya. Nama gadis itu Iris. Bukan, dia bukan pacarnya Leo. Hanya seseorang yang berarti banyak untuk Leo, sampai kematian Iris menjadi sebuah tikaman di dada. Hanya Iris lah yang bisa melupakan masalah dia. Hanya Iris-nya.
"Yang penting buat dia cuman Iris, Tyo... cuman Iris."
Di rumah, dia kerap kali dimarahi oleh orang tuanya, bahkan sampai dipukul. Semua itu karena kedua orang tuanya tidak pernah bahagia oleh pernikahan mereka meskipun sudah dikaruniai tiga orang anak. Bayangkan, tinggal di dalam rumah di mana orang tuamu menyebutmu pecundang? Bukankah ucapan yang keluar dari mulut kedua orang tua adalah doa?
Dia bertemu dengan Spiza, saat pertama kali mereka bertemu pun sudah aneh. Leo yang babak belur setelah dikeroyok oleh musuh-musuhnya melihat Spiza menggantungkan teru-teru bozu (iya, yang ada di cover). Kedua kalinya mereka bertemu, di kamar mandi sekolah. Spiza sedang mencoba menyabut nyawanya sendiri saat itu. Aneh memang, tapi mereka berbincang, Leo bertanya kenapa Spiza bunuh diri... dan jawaban yang keluar dari mulut Spiza membuat Leo terkejut.
"Dia... orang yang gue sayang dan sayang gue... dan, dia pasti nggak akan ninggalin gue."
Kata-kata itu mirip dengan apa yang dulu pernah diucapkan Iris... Leo saat itu tahu, Iris-nya telah kembali.
Salut buat teteh Farida yang bikin novel sebagus ini waktu seumuran sama saya, waktu dia masih SMA. Saya suka sama karakter Leo. Tahu, kan, kalo di novel-novel YA (young-adult) ada tokoh cowok yang kelihatannya kuat tapi dalamnya rapuh? Kalo kata Tulus (penyanyi--lagunya bagus loh!):
Tuan kesepian,Tak punya teman,Hatinya rapuh,Tapi berlagak tangguh.Nah, kenapa kali ini tidak membaca dari sudut pandang si cowok? Mencari tahu masa lalu dia dan sebagainya?
Dan di sini, karakterisasi Leo berkembang. Dari yang awalnya tidak bisa menerima Iris sudah tiada, masih menyimpan Iris dalam benaknya, perlahan bisa menerima... karena Spiza.
Ngomong-ngomong, jangan salah ya, novel ini rada beda sama novel yang lain. Gak melulu soal cinta-cintaan.#menyindirdirisendiri :))
"Hei! Kenapa menggantungkan itu?""Biar hujan nggak turun.""Memangnya kenapa kalau turun?""Aku keburu mati sebelum aku bunuh diri.""Kamu mau bunuh diri?""Ya, asal nggak hujan.""..."Rating: 4/5
Untuk baca bareng BBI dengan tema Pemenang & Nominasi Khatulistiwa Literary Award. Dan Hujan Pun Berhenti oleh Farida Susanty memenangi KLA 2007 dalam kategori, "Penulis Muda Berbakat."
Subscribe to:
Comments (Atom)


















