Sunday, August 12, 2012

Diskon dan Baca Bareng BBI :D

Bulan Agustus ini ada diskon 25% - 40% di Gramedia Merdeka Bandung untuk buku-buku terbitan GPU, Elex Media, dan Grasindo. Dan waktu saya ke sana, kebetulan buku-buku klasik yang saya incar juga ikut didiskon. :D

Wuthering Heights (atas: Wordsworth Editon. bawah: GPU.)
Jane Eyre (atas: Wordsworth Edition. bawah: GPU.)

Wuthering Heights sudah dibaca, sih, yang bahasa Inggris. Tapi masih ada yang gak dimengerti, maklum bahasa Inggrisnya pas-pasan, dan baca buku klasik lagi. :p Jadi beli yang terbitan GPU, deh. :)

Kalau Jane Eyre, sudah beli yang bahasa Inggris, tapi belum dibaca sampai sekarang. Awalnya mau beli yang GPU, tapi karena mahal, gak jadi. Dan sekarang, mumpung didiskon beli dua-duanya, deh. :p Kebetulan saya juga bingung mau baca apa untuk Baca Bareng BBI yang bertema "1001 Books You Must Read Before You Die" (baca list-nya di sini). Tadinya saya mau baca Jane Eyre, tapi takut gak keburu. (Entah kenapa saya punya kebiasaan aneh--kalau membaca buku hasil pinjaman cepat, sementara baca buku yang sudah ditimbun jadi lama dibacanya!) Akhirnya pilihan saya jatuh ke Wuthering Heights. :)) Terakhir saya baca, belum dapat 'feel'-nya tentang bagaimana kejamnya seorang Heathcliff.

Yah, semoga terjemahannya tidak mengecewakan. :)

Wednesday, August 1, 2012

Sitta Karina's Kencana



Judul: Kencana
Penulis: Sitta Karina
Penerbit: Terrant Books
Halaman:  328 hal.

Sinopsis:
Ada 2 cerita seru dalam buku ini untuk menemani hari-hari indah masa remajamu. Kencana bercerita tentang seorang gadis yang baru masuk SMU dan menemukan suka-duka yang tidak terbayangkan, mulai dari nilai-nilai pelajaran yang anjlok sampai rasa tidak nyamannya memiliki sahabat-sahabat yang tidak hanya keren tapi juga pintar. Lalu ia bertemu dengan mentor sekolah yang aneh namun berhati baik, Senna, serta seorang guru funky yang ingin menjadi matchmaker mereka, Pak Tyo. Kencana semakin bingung, apalagi selama ini ia terbiasa hidup bersama ibu yang benci laki-laki karena ditinggal suaminya. 

Pada Seuntai Pita Putih , sepasang sahabat dengan karakter bertolak belakang, Karissa dan Flo, naksir sepasang sahabat cowok, Ale dan Yuki. Demi saling menyenangkan hati sahabat masing-masing mereka rela melakukan apapun. Sampai mereka belajar bahwa apapun ternyata tidak selamanya baik, dan justru mampu mencerai-beraikan ikatan cinta mereka yang masih rapuh.
Pembukaan:
Ceritanya lucu, manis, dan simpel. Cocok untuk anak SMA seperti saya (meskipun sudah mau lulus, hehehe.) Tidak rumit seperti Hanafiah series. (Apalagi keluarga Hanafiah tidak disebut-sebut--kecuali Harsya, kakaknya Diaz Hanafiah.) Dan buku ini juga merupakan favoritku dibanding buku Sitta Karina yang lainnya. :))

Isi:
Karena di buku ini ada 2 cerita, jadi masing-masing cerita mendapat 2 alasan. :)

Kencana:

  1. Plot yang simpel dan realistis. Tidak seperti Hanafiah series yang kehidupannya 'wah'. Kencana bercerita tentang seorang gadis yang bernama... Kencana. Atau biasa dipanggil Nana. :) Kencana Alledya Rahmanto. Itu saja, tidak ada embel-embel Hanafiah ataupun Syadiran. Nana ini baru memasuki masa seragam putih abu-abu. Nana juga sama dengan gadis lainnya; tidak suka matematika, menyukai kakak kelas, hang out bersama teman-temannya... dan juga jatuh cinta. Apalagi cara jatuh cintanya unik. Love-hate relationship. :)
  2. Senna. Dia adalah orang yang unik dan, meskipun kutubuku, juga tipe bad guy! Whoa, a bad guy who falls in love with an older woman? Tapi biarpun begitu, dia tetap sweet dan charming. Sampai-sampai jadi mikir, Duh, kok di sekolah gak ada sih cowok kayak gini? Kalau ada, jadi makin semangat sekolah, deh! :))
"Hey, hey... Aku suka kok ngeliat Kencana blushing kayak begini. Seneng sekali kalau bisa membuat cewek tersenyum, karena biasanya itu adalah hal tersulit yang dapat aku lakukan. I'm not really a lover nor a fighter. Just simply common person. Jadi kalau mau kayak Rodi, mungkin perlu les berbulan-bulan dulu ama Mas Tyo. Tapi, aku pengen bisa membahagiakan Kencana. Bisa berarti di mata kamu." -- Hal. 178
Seuntai Pita Putih:

  1. Persahabatan. Seperti permasalahan anak SMA pada umumnya, persahabatan merupakan salah satu contoh permasalahan, selain percintaan. :)) Dan, persahabatan antara Isya dan Flo juga realistis; curhat, pulang sekolah bareng, main bersama. Persahabatan mereka juga tidak sempurna. Pada akhirnya, kita harus 'kehilangan' sesuatu yang kita miliki untuk melihat seberapa berharganya. :)
  2. Sudut pandang. Diceritakan oleh keempat orang yang berbeda, dengan sudut pandang yang berbeda pula. Tapi selain mereka berempat, ada lagi orang ketiga sebagai narator. Paling suka, deh, kalau baca buku yang kayak begini. :) Apalagi masing-masing karakter memiliki 'suara'-nya sendiri.
Penutup:
Direkomendasikan untuk penyuka novel Sitta Karina. Mungkin tidak begitu seru seperti novel-novel Hanafiah. Tapi tema yang ditawarkan jelas lebih realistis dan membumi; cerita SMA! Pas untuk orang-orang yang baru memasuki SMA, atau mau lulus seperti saya, atau mau bernostalgia. :))

Rating: 4 burung hantu.

Cassandra Clare's Clockwork Prince



Judul: Clockwork Prince
Penulis: Cassandra Clare
Penerjemah: Melody Violine
Penerbit: Ufuk Press
Halaman: 680 hal.

Sinopsis:
Tessa Gray akhirnya menemukan tempat bernaung yang aman bersama para Pemburu Bayangan. Sayangnya, keamanan terkikis ketika sebagian anggota Kunci bersekongkol untuk melengserkan pelindung Tessa, Charlotte, dari kursi pimpinan Institut. Dengan bantuan Will yang tampan dan sering menghancurkan diri sendiri, juga Jem yang sangat kuat pengabdiannya, Tessa mengetahui bahwa latar belakang orangtuanya lebih menakutkan daripada yang pernah dibayangkannya. Ketika mereka berhadapan dengan iblis clockwork yang membawa peringatan bagi Will, mereka sadar sang Magister mengetahui setiap gerakan mereka dan pasti ada pengkhianat di antara mereka.

Di sisi lain, hati Tessa semakin tertarik kepada Jem, walaupun kerinduannya terhadap Will terus-menerus menggelisahkannya. Apakah dengan menemukan sang Magister, Will akan terbebas dari rahasianya dan Tessa menemukan jawaban tentang jati dirinya dan untuk apa ia dilahirkan? Ketika pencarian mereka untuk mengungkap semua itu menggiring mereka ke dalam bahaya, Tessa belajar bahwa ketika cinta bercampur dusta, hati yang paling bersih pun bisa ternoda.
Pembuka:
Akhirnya saya bisa membaca novel ini juga, setelah penasaran melihat review-review orang luar yang mengatakan Clockwork Prince jauh lebih bagus dibanding Clockwork Angel. Dan, memang benar! Novel ini termasuk novel yang bisa membuat pembaca tertawa, menangis, dan menyukai karakter-karakternya!

Isi:
Untuk pertama kalinya saya memberikan 5 Alasan Mengapa Harus Membaca Buku Ini:

1.       1. Steampunk. Saya suka sekali novel yang bertempat waktu di jaman Victoria (apalagi setelah menonton Pride and Prejudice. :p). Di mana wanita-wanitanya masih harus mengenakan gaun lengkap dengan korset, gaunnya juga tertutup, dan memakai celana panjang saja tidak boleh!

2.      2.  Tessa Gray. Dia adalah salah satu karakter kuat yang ada dalam novel YA bertema cinta segitiga. Dia memang harus memilih, tapi ketika pilihannya sudah dibuat dan dia sadar kalau masih ada kesempatan, dia tetap berpegang pada pilihan pertamanya. Suka banget deh sama karakter YA yang punya prinsip gini. :’)

3.     3.  William Herondale. Mungkin memang sudah ketahuan kalau saya lebih suka karakter laki-laki yang misterius, seperti Will. :p Awalnya, saya menemukan banyak sekali kesamaan antara Clockwork Angel dan City of Bones; mulai dari karakter Will dan Jace yang menurut saya hampir sama, sampai ending masing-masing buku yang hampir sama. Tapi, saya salah. Will dan Jace sangat berbeda. Tentu, Will adalah kakek buyut dari kakek buyutnya Jace, tapi mereka memang berbeda. Berbeda kenapa? Harus baca bukunya, kalau tidak mau spoiler. :p

4.     4.  Sudut pandang. Yang saya sukai dari buku-buku Cassandra Clare adalah bagaimana dia menulis dari sudut pandang karakter-karakternya. Semua orang memiliki peranannya masing-masing, bahkan Sophie, yang tak lain adalah seorang pembantu di Institut.

5.     5.  Seperti yang saya bilang, pembaca bisa dibuat tertawa dan menangis di buku ini.
“Cacar iblis, oh, cacar iblis.
Bagaimanakah menularnya?
Kita harus pergi ke kota paling miris.
Sampai kita sangat letihnya.
Cacar iblis, oh, cacar iblis
Sudah kupikirkan sejak dini—
Bukan, bukan cacarnya, dasar dungu.
Maksudku ya lagu ini—
Karena aku benar, dan kalian keliru!” – hal. 591 xD
Sedangkan hal yang bisa bikin menangis… yah, lebih baik baca saja buku ini.

Penutup:
Selesai dalam waktu 2 hari untuk 600 halaman lebih buku. Sangat direkomendasikan bagi yang ingin membaca fantasy, ataupun buku-buku Cassandra Clare lainnya. Tapi jangan lupa tisu!

Rating: 5 dari 5 burung hantu.

Sunday, July 8, 2012

Ally Condie's Matched



Judul: Perjamuan Pasangan (Matched)
Pengarang: Ally Condie
Penerjemah: Yohanna Yuni
Penerbit:  Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 380 hal.

Sinopsis:
Dalam masyarakat ini, Administrator Institusi yang menentukan:
Siapa yang kaucintai.
Di mana kau bekerja.
Kapan ajalmu menjemput.


Selama ini, Cassia selalu memercayai pilihan mereka. Bukan hal yang sulit sebagai balasan atas kehidupan yang panjang, pekerjaan yang sempurna, serta pasangan yang ideal. Dan ketika wajah Xander, sahabatnya, muncul di layar Penentuan Pasangan, Cassia menyadari sepenuhnya bahwa pemuda itulah belahan jiwanya... hingga dia melihat wajah lain berkelebat sebelum layar berubah gelap. Kini Cassia dihadapkan pada pilihan yang mustahil baginya: antara Xander dan Ky, antara satu-satunya kehidupan yang selama ini dikenalnya dan jalan yang belum pernah berani ditempuh siapa pun––antara kesempurnaan dan hasrat.
Pembukaan:
Sudah lama menunggu buku ini diterbitkan oleh GPU, akhirnya terbit juga. :) Hasil pinjam, sih, di rental. Tapi entah kenapa pengen punya bukunya. :p Awalnya mengharapkan ada action, seperti The Hunger Games atau Divergent, apalagi alurnya agak lambat, ya. Tapi ternyata tidak ada. Meskipun begitu, saya gak kecewa, ternyata buku ini juga bagus. :)

Isi:
4 Alasan Mengapa Membaca Buku Ini:

Thursday, July 5, 2012

Cornelia Funke's Reckless


Judul: Reckless
Pengarang: Cornelia Funke
Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 376 hal.

Sinopsis: 
Di balik cermin, ada dunia berisi tokoh-tokoh dongeng yang paling mengerikan...

Selama bertahun-tahun, Jacob Reckless menikmati berbagai rahasia dan harta karun dalam dunia di balik cermin itu.

Tetapi, adik lelakinya lalu menyusulnya.

Sihir gelap akan mengubah pemuda itu menjadi makhluk buas, membuat gadis yang dicintainya patah hati, dan menghancurkan semua yang paling berharga bagi Jacob...

Kecuali ia bisa menemukan cara untuk menghentikannya.

Kalau kau mencari cerita dongeng yang berakhir bahagia selama-lamanya, berarti buku ini bukan untukmu.
Pembukaan:
Setelah membaca Titenherz/Inkheart, saya jadi tergoda untuk membaca buku karya Cornelia Funke lainnya, selagi menunggu Inkspell (yang dengar-dengar akan terbit tahun ini). Seru! Saya suka dengan cara penulis bercerita dan membangun dunianya. Sayangnya, menurut saya Titenherz lebih bagus (dan lebih panjang...)

Isi:
Mari kita lihat, 4 Alasan Mengapa Saya Menyukai dan Direkomendasikan:

Yennie Hardiwidjaja's Daisyflo


Judul: Daisyflo
Pengarang: Yennie Hardiwidjaja
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 256

Sinopsis:
Di mata Junot, Tara adalah a miracle. Namun di mata Tora, Tara tidak lebih dari seseorang yang dapat digunakan dan ditinggalkan kapan pun dia mau. Tora telah menghancurkan sekaligus menguasai hidup Tara. Lalu kehidupan Tara yang abnormal pun dimulai. Dia mengorbankan Junot, manusia yang paling dicintainya di muka bumi ini. Ada yang bilang dia sakit jiwa, tapi hanya Tara yang tahu dia hampir menjadi pembunuh.

Sekarang tidak hanya Tara yang terlibat, tapi ada Alexander yang rela mengorbankan hidupnya yang cemerlang untuk menghitam di penjara karena Tara. Ada Junot, laki-laki yang rela menderita untuk mematri serbuk bintang di matanya. Ada Tora, manusia yang menjadi target bahwa Tara hanya akan bernapas untuk melihatnya mati. Juga Muli, sahabatnya sewaktu kuliah yang menyimpan rahasia terbesar dalam hidup Junot.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Tara? Mengapa kisah cintanya bagaikan benang kusut? Mengapa dia begitu berambisi untuk membunuh Tora?
Pembukaan:
Jujur saja, melihat banyaknya teman-teman saya yang memberi 3-4 bintang (bahkan ada yang memberi 5 bintang), saya berpikir kalau saya akan menyukai buku ini ketika meminjamnya di rental...

Ternyata, saya salah. Saya mencoba untuk menyukai buku ini, tapi entahlah. Meskipun penokohannya bagus, membuat saya ikut membenci dan mencinta, tapi saya merasa aneh saat membaca bagian dari sudut pandang Tara. Ada bagian yang membuat saya ikut merasakan apa yang Tara rasakan, tapi ada juga bagian yang menurut saya kurang realistis. :(

Isi:
Tapi saya tetap menemukan hal-hal menarik dalam buku ini. Di bawah ini adalah Dua Alasan Mengapa Harus Membaca Buku Ini:

Sunday, July 1, 2012

Prisca Primasari's Eclair: Pagi Terakhir di Rusia



Judul: Éclair: Pagi Terakhir di Rusia
Pengarang: Prisca Primasari
Editor: Kinanti Atmarandy
Penerbit: GagasMedia
Halaman: 236 hal.

Sinopsis:

Seandainya bisa, aku ingin terbang bersamamu dan burung-burung di atas sana. Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon-berbagi eclair, ditemani matahari dan angin sepoi-sepoi. Aku ingin terus menggenggam jari-jemarimu, berbagi rasa dan hangat tubuh-selamanya.

Sayangnya, gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik di hari-hari kita. Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. Semua terasa terburu-buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan.

Aku rebah di tanah. Memejamkan mata kuat-kuat karena air mata yang menderas. "Aku masih di sini," bisikmu, selirih angin sore. Tapi aku tak percaya. Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar-benar tiada? 
Pembukaan:
Saya berjanji ke diri saya sendiri, kalau sudah menyelesaikan Amulet Samarkand, saya akan membaca satu buku--realistis. Tidak ada fantasi maupun dystopia. Karena saya sendiri memang sudah agak bosan dengan jenis genre buku tersebut. :)) Tadinya ketika di rental untuk mengembalikan Amulet Samarkand dan meminjam buku lain, saya akan meminjam salah satu buku dari Glam Girls series, Reputation. Wajar sih, secara saya masih 16 tahun dan diam-diam senang Glam Girls. :) Tapi ketika melihat Éclair, saya jadi penasaran. Apalagi saya sebenarnya sudah lama ingin membaca buku itu. Jadi, saya pinjam deh.

Isi:
Bisa ditebak, saya memberi buku ini 3 bintang atau 3 burung hantu. Jadi saya akan memberikan 3 Alasan Mengapa Harus Membaca Buku Ini: