Saturday, September 29, 2012

Laini Taylor's Daughter of Smoke and Bone


Judul: Dari Asap dan Tulang - Daughter of Smoke and Bone
Penulis: Laini Taylor
Penerjemah: Primadonna Angela
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 488 hal.

Sinopsis:

Pada zaman dahulu,
seorang malaikat dan iblis jatuh cinta.
Kisah cinta mereka tidak berakhir indah.


Langit terbelah dan banyak sosok asing berwajah rupawan turun ke bumi, menyembunyikan sayap api mereka dalam ilusi agar bisa berbaur dengan manusia. Birai-birai pintu di penjuru dunia mereka tandai dengan cap tangan hitam yang melesak terbakar pada kayu atau logam.

Sementara itu, di suatu tempat di Praha, Karou, gadis 17 tahun, siswa sekolah seni di Praha, menjalani kehidupannya yang tampak normal. Tetapi ia selalu membawa-bawa buku sketsanya yang berisi gambar monster-monster aneh dan menyeramkan––chimaera yang merupakan makhkluk terdekat yang ia punya sebagai keluarga.

Kehidupan Karou akan berubah dalam semalam. Tanpa ia sadari, peperangan antardua dunia yang kejam akan melibatkan dirinya.
Review:

Stephen Chbosky's The Perks of Being a Wallflower


Title: The Perks of Being a Wallflower
Author: Stephen Chbosky
Publisher: MTV Books
Pages: 224 p

Summary:

standing on the fringes of life offers a unique perspective…but there comes a time to see what it looks like from the dance floor. since its publication, stephen chbosky’s haunting debut novel has received critical acclaim, provoked discussion and debate, grown into a cult phenomenon with over a million copies in print, and inspired a major motion picture.

The Perks of Being a Wallflower is a story about what it’s like to travel that strange course through the uncharted territory of high school. the world of first dates, family dramas, and new friends. of sex, drugs, and the rocky horror picture show. of those wild and poignant roller-coaster days known as growing up.
Review:

Dear Charlie,

Sunday, September 23, 2012

Ika Natassa's Antologi Rasa



Judul: Antologi Rasa
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 328 hal.

Sinopsis:
K e a r a

Were both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe.
How can we be so different and feel so much alike, Rul?
Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu.
Three years of my wasted life loving you.

R u l y

Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

H a r r i s

Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love."
Thats probably as close as I can get to hearing that she loves me.

Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?
Review:
Empat orang sahabat yang menjadi dekat karena tinggal serumah saat dinas kerja. Harris, Keara, Ruly, dan Denise. Harris mencintai Keara, Keara mencintai Ruly, Ruly mencintai Denise, Denise sudah menikah dengan seorang laki-laki bernama Kemal. Cukup rumit, bukan?

Cerita diawali dengan perjalanan Harris dan Keara menonton F1 di Singapur. Diawali dengan bagaimana Harris mencintai Keara dan bagaimana Keara tidak menyadarinya dan hanya memikirkan Ruly, Ruly, dan Ruly.

Sampai akhirnya satu kejadian meretakkan persahabatan mereka berdua.

Dari semua novel karya Ika Natassa, saya paling suka Antologi Rasa ini. Saya suka membaca novel di mana tokoh-tokohnya memiliki sudut pandangnya masing-masing dengan suara yang berbeda-beda. Kisah ini memang klise, I love you, you love her, and she loves him. Tapi saya tetap suka, karena Mbak Ika mengemas cerita ini dengan gayanya yang khas.

Dari semua tokoh di novel ini, saya paling suka (siapa lagi) Harris Risjad. Who doesn't love a bad boy in a love triangle? :))

"Pada detik ini gue sadar satu persamaan kita, Keara. We both get the glorious front seat of watching the one we love loves somebody else."

Banyak yang berkomentar akhirnya kurang memuaskan. Tapi saya puas dengan ending semacam itu. Realistis. Saya biasa menyebutnya a bittersweet ending setelah membaca Mockingjay. :p Saya agak mengharapkan Mbak Ika mau menulis sekuel Antologi Rasa seperti Twivortiare yang menjadi sekuel Divortiare. :)

4/5

Wednesday, September 19, 2012

Wishful Wednesday #2




Hore, Wishful Wednesday saya yang kedua! (Baca: semoga rajin update XD)

Minggu ini saya lagi cari buku-buku ini (terbitan lama memang):


Menurut buku ramalan yang ditulis Agnes Nutter si Penyihir (satu-satunya buku yang berisi ramalan-ramalan yang sangat akurat, ditulis tahun 1655, sebelum penulisnya meledak), dunia akan kiamat pada hari Sabtu. Sabtu minggu depan, tepatnya. Persis sebelum saat makan malam Maka balatentara Baik dan Jahat pun berkumpul. Atlantis muncul ke permukaan, katak-katak berjatuhan dari langit, orang-orang menjadi mudah marah. Kelihatannya segala sesuatu terjadi sesuai Yang Sudah Direncanakan. Tapi ada malaikat rewel dan setan yang gemar hidup nyaman--dua-duanya sudah hidup di tengah manusia sejak Permulaan dan lama-kelamaan lumayan menyukai gaya hidup begini--yang tidak senang membayangkan Armageddon akan segera tiba.

Selain itu, sepertinya si anak Antikristus dikirim ke tempat yang salah....

Ini dongeng untuk orang dewasa. Alkisah, di padang-padang rumput Inggris yang tenang, lama berselang, ada sebuah desa kecil yang selama 600 tahun berdiri di atas tonjolan batu granit. Di sebelah timur desa itu ada tembok batu yang tinggi. Itu sebabnya desa itu dinamai desa Tembok. Di desa itu, pemuda Tristran Thorn jatuh cinta pada si cantik Victoria Forester. Dan di sini pula, pada suatu senja bulan Oktober yang dingin, Tristran membuat janji pada si gadis. Janji gegabah yang membawanya berkelana ke negeri di balik tembok, menyeberang padang rumput, masuk ke Negeri Peri. Dan di sana dimulailah petualangan paling mendebarkan dalam hidupnya.

Hidup Richard Mayhew di London biasa-biasa saja. Dia punya pekerjaan yang bagus dan tunangan yang cantik tapi cerewet. Suatu hari dia menemukan gadis gelandangan yang terkapar berdarah di jalan. Richard menolong gadis itu---dan hidupnya yang biasa menghilang begitu saja.

Tiba-tiba Richard tak punya pekerjaan, rumah, tunangan, bahkan identitas. Ia terlempar masuk London Bawah yang sangat berbeda. London yang terdiri atas bayangan, kegelapan, monster, pembunuh, malaikat, dan segala hal ajaib lainnya. London yang berada dalam labirin kanal-kanal saluran pembuangan dan stasiun kereta bawah tanah.

Inilah dunia Door, gadis gelandangan yang ditolongnya. Tanpa tujuan dan pilihan, Richard terpaksa bergabung dengan Door, pengawalnya Hunter, dan Marquis de Carabas. Mereka berusaha mencari pembunuh keluarga Door sambil menghindar dari berbagai bahaya yang menghadang. Dan mungkin di akhir perjalanan ini Richard bisa kembali hidupnya di London Atas....
 Buku-buku Neil Gaiman semua :D Awalnya saya blogwalking dan menemukan review buku-buku di atas. Yah, kebanyakan review Good Omen, sih. Sementara Stardust dan Neverwhere, mungkin karena sudah jarang beredar di toko buku, jarang ada yang meresensi.

Saya sendiri awalnya tertarik karena nama penulisnya, Neil Gaiman. Saya ingat kalau itu adalah penulis American Gods, yang masuk ke dalam daftar wishlist saya.

Masih belum tau cara mendapatkan buku ini. Kalau Good Omen masih beredar di toko-toko buku, dan sudah didiskon 25%. Tempo hari saya memesan Stardust di Rumah Buku, entah apakah buku itu masih ada atau tidak di pihak GPU sendiri. Sedangkan Neverwhere... masih belum tahu.

Kalau ada yang menjual buku-buku di atas (second juga gak papa), tolong comment ya. Saya jadi keranjingan beli buku terbitan lama meskipun bekas, sejak membeli Frankenstein dari Mbak Sinta. :D Atau kalau bersedia dipinjamkan oleh saya juga tidak apa-apa :p

Apa buku yang kamu inginkan minggu ini? Share di Wishful Wednesday!



  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Tuesday, September 18, 2012

Winna Efendi and Yoana Dianika's Truth or Dare


Judul: Truth or Dare
Penulis: Winna Efendi dan Yoana Dianika
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 304 hal.

Sinopsis:

LONG TIME NO SEE
Suaramu seperti embusan udara segar saat terdengar di gagang telepon. Apa kabarmu, Teman? Semoga waktu memperlakukanmu dengan baik. Oh ya, tentu saja aku juga kangen padamu. Bahkan sampai detik ini, kau selalu ada di speed dial handphone-ku—dan juga hatiku.

MISS YOU LIKE CRAZY 
Banyak yang ingin aku ceritakan padamu saat bertemu nanti. Tentang teriknya matahari, tentang indahnya rembulan. Tentang ceritaku yang terjadi di antaranya.

WISH YOU WERE HERE 
Tahukah kamu, sampai kau kembali lagi, akan selalu ada dua kursi di teras rumahku? Dan setiap sore, aku duduk di sana, membaca buku dan menunggu. Aku ingin, saat kau datang nanti, akulah orang yang pertama kali kau temui. Yang berlari ke arahmu sambil memekik senang.

Menjadi orang pertama yang akan memberimu pelukan selamat datang....
Review:
GagasDuet saya yang kedua! Bercerita tentang persahabatan antara Alice dan Catherine di sebuah kota kecil bernama Bellfast.

Novel ini dibagi menjadi dua cerita: Alice, yang ditulis oleh Winna Efendi. Dan Catherine, yang ditulis oleh Yoana Dianika. Persahabatan Alice dan Catherine awalnya baik-baik saja, sampai akhirnya Julian datang. Sudah bisa ditebak, Alice dan Catherine memiliki perasaan yang sama terhadap Julian.

"Ini mungkin terdengar gila, dan nggak masuk akal. But I think I love him, Al."
I think I love him too, Cat.

Agak kecewa dengan novel ini. Kecewa karena twist yang diberikan kedua penulis di pertengahan cerita. Kecewa karena ending-nya tidak seperti yang saya harapkan. Kecewa dengan Catherine. Dan masih banyak lagi.

Saya makin suka dengan cerita yang ditulis Winna Efendi. Di cerita Alice, rasanya saya menemukan gabungan tokoh-tokoh yang diciptakannya menjadi satu di diri Alice. Saya menemukan Freya, saya menemukan Annalise, saya bahkan menemukan Maybella di diri Alice. Iya, Maybella salah satu anggota clique-nya Rashi.

Tapi malah dengan gabungan semua tokoh-tokoh Mbak Winna, saya jadi makin menyukai Alice. Rasanya ingin punya teman seperti dia. Suka, deh sama si Alice ini.

Sementara yang Catherine... yah, bisa dibilang saya agak kecewa karena keegoisan Catherine. Dan juga kenapa Catherine bisa mengabaikan Alice dengan gampangnya? Katanya mereka bersahabat? :|

"Tapi, sahabat sejati selalu jujur pada satu sama lain, apapun permasalahannya. Sahabat sejati nggak melakukan apa yang kau lakukan."

Overall, mungkin karena ekspektasi saya terlalu tinggi setelah membaca GagasDuet yang lain. Yaitu With You-nya Christian Simamora dan Orizuka. :| Apalagi dengan pengulangan plot (di novel-novel Winna Efendi, kalau Yoana Dianika, belum pernah baca), membuat saya merasa de javu.

Semoga di novel Winna Efendi yang selanjutnya mengambil tema cerita yang berbeda ya. Seperti Unforgettable. :D Dan saya pastinya akan membaca Till We Meet Again-nya Yoana Dianika. (Malu juga, sih, Hujan dan Teduh sudah saya baca. Novel Kau juga sudah. Tinggal TWMA aja.)

Rating: 3/5

Saturday, September 15, 2012

Ika Natassa's Twivortiare

Judul: Twivortiare
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 360 hal.

Sinopsis:
“Commitment is a funny thing, you know? It’s almost like getting a tattoo. You think and you think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep.”

Do busy bankers tweet? Yes, they do. Empat tahun setelah Divortiare, Alexandra membuka kembali hidupnya kepada publik melalui akun Twitter-nya @alexandrarheaw. Lembar demi lembar buku ini adalah hasil “mengintip” kehidupannya sehari-hari, pemikirannya yang witty dan sangat jujur, spontan, chaotic, dan terkadang menusuk, yang akhirnya akan bisa menjawab pertanyaan: “Dapatkah kita mencintai dan membenci seseorang sedemikian rupa pada saat bersamaan?”

Twivortiare adalah kisah klasik tentang cinta dan luka, terangkai dalam tweets, mentions, dan DM yang lahir lewat ujung-ujung jemari karakter-karakternya.

Review:
Haaah baru saja kemarin menulis resensi novelnya David Levithan yang The Lover's Dictionary yang formatnya unik, seperti kamus. Sekarang saya juga baru saja menyelesaikan sekuel dari Divortiare, yaitu Twivortiare.

Friday, September 14, 2012

Ika Natassa's Divortiare

Judul: Divortiare
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 288 hal.

Sinopsis:

Commitment is a funny thing, you know? It's almost like getting a tattoo. You think and you think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep.

"Jadi lebih penting punya Furla baru daripada ngilangin nama mantan laki lo dari dada lo?"
Pernah melihat Red Dragon? Aku masih ingat satu adegan saat Hannibal Lecter yang diperankan Anthony Hopkins melihat bekas luka peluru di dada detektif Will Graham (Edward Norton), dan berkata, "Our scar has a way to remind us that the past is real."

Tapi kemudian mungkin kita tiba di satu titik ketika yang ada hanya kebencian luar biasa ketika melihat tato itu, and all you wanna do is get rid of it. So then you did.

Alexandra, 27 tahun, workaholic banker penikmat hidup yang seharusnya punya masa depan cerah. Harusnya. Sampai ia bercerai dan merasa dirinya damaged good. Percaya bahwa kita hanya bisa disakiti oleh orang yang kita cintai, jadi membenci selalu jadi pilihan yang benar.

Little did she know that fate has a way of changing just when she doesn't want it to.

Review:
Buku Ika Natassa kedua yang saya baca. Yang pertama itu Antologi Rasa. Lebih suka dinaratori oleh Keara (dan Harris!) dibandingkan oleh Alex, tapi sebenarnya mereka sama-sama banker yang susah move on dari satu orang. Dan juga sama-sama punya sahabat perempuan yang bitchy dan MILF, dan juga sahabat laki-laki yang player.

David Levithan's The Lover's Dictionary


Judul: Kamus Sang Kekasih (The Lover's Dictionary)
Penulis: David Levithan
Penerjemah: Rosi L. Simamora
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 216 hal.

Sinopsis:
yearning, kb/ks. hasrat; kerinduan.
Di pusat hasrat ini adalah keyakinan bahwa segalanya bisa sempurna.

abyss, kb. jurang yang sangat dalam.
Ada saatnya aku meragukan segalanya. Ketika aku menyesali segala sesuatu yang telah kauterima dariku, segala sesuatu yang telah kuberikan padamu, dan segenap waktu yang kusia-siakan untuk kita.

beguile, kk. memperdaya.
Kejadiannya waktu kau berjalan-jalan di seantero apartemen mengenakan boxer-ku dan kau tak tahu aku sudah bangun. Lalu cengiran itu, saat kau tahu aku sudah bangun. Kau menghabiskan banyak sekali waktu di pagi hari untuk memastikan setiap helai rambut berada di tempatnya. Tapi aku harus memberitahumu: aku paling suka seperti ini, acak-acakan, kusut-masai, berantakan.

cache, kb. tempat menyembunyikan sesuatu.
Aku memutuskan untuk membereskan meja kerjaku. Kusangka kau tengah sibuk di dapur. Tapi lalu aku mendengarmu di belakangku, mendengar kau bertanya, ”Apa isi folder itu?”. Aku yakin wajahku merah padam saat memberitahumu isinya adalah printout email-email-mu, bersama surat-surat dan catatan-catatan kecil yang diselipkan di antaranya, bagaikan bunga-bunga yang diselipkan di kamus. Kau tidak mengatakan apa-apa lagi, dan aku bersyukur karenanya.

Review:
Jatuh cinta sama formatnya. Hehehe. Baru kali ini baca buku dengan format unik seperti ini. :)

Sesuai namanya, The Lover's Dictionary atau Kamus Sang Kekasih, buku ini menceritakan tentang pasang-surutnya suatu hubungan. Kalau novel lain biasanya seperti ini: Opening --> Persoalan Inti --> Klimaks --> Anti-klimaks --> Closing, di buku ini lain.

Wednesday, September 12, 2012

John Green's The Fault in Our Stars


Title: The Fault in Our Stars
Author: John Green
Publisher: Dutton Books
Pages: 313 p

Summary:

Diagnosed with Stage IV thyroid cancer at 13, Hazel was prepared to die until, at 14, a medical miracle shrunk the tumours in her lungs... for now.

Two years post-miracle, sixteen-year-old Hazel is post-everything else, too; post-high school, post-friends and post-normalcy. And even though she could live for a long time (whatever that means), Hazel lives tethered to an oxygen tank, the tumours tenuously kept at bay with a constant chemical assault.

Enter Augustus Waters. A match made at cancer kid support group, Augustus is gorgeous, in remission, and shockingly to her, interested in Hazel. Being with Augustus is both an unexpected destination and a long-needed journey, pushing Hazel to re-examine how sickness and health, life and death, will define her and the legacy that everyone leaves behind.

Wishful Wednesday #1



Baru pertama kalinya nih ikutan Wishful Wednesday. XD

Setelah dihitung-hitung lagi, banyak juga buku yang saya pengenin minggu ini. :p

Friday, September 7, 2012

Tumpukan Buku Minggu Ini

Habis lebaran THR-nya masih banyak sih jadi aja ngeborong.




Minggu lalu saya ke Jakarta bersama saudara-saudara sepupu. Saat ke Gramedia Mall Taman Anggrek (udah jauh-jauh ke Jakarta tapi mainnya tetep ke Gramed :)) ), saya menemukan buku ini. Tepat di bawah tumpukan buku Between The Lines-nya Jodi Picoult dan anaknya. (Yang, omong-omong, bakal saya beli kalau gak menemukan buku ini :p)


Dapat diskon 25% untuk buku-buku dari penerbit Elex Media dan GPU di Rumah Buku. :)


Direkomendasikan oleh Tirta. :) Saya pernah baca Antologi Rasa dan suka banget! Gak sabar baca ini. *lirik tumpukan buku*


Udah lama nyari buku ini dan akhirnya ketemu juga di Times BIP! Kecewa karena adanya yang movie tie-in, bukannya cover asli. :|