Showing posts with label Penerbit Katta. Show all posts
Showing posts with label Penerbit Katta. Show all posts

Saturday, June 8, 2013

[un]affair



Dibuka dengan tokoh utama yang mengalami kesialan di hari itu; ban motor bocor, hujan turun deras, dan... adanya undangan yang menantinya di rumah.

Di Kota Sendu, cinta tak seharusnya datang.

Bajja, dengan dua j, bekerja di bagian desain di sebuah perusahaan percetakan. Dia sering berpapasan dengan seorang gadis berambut panjang di rel kereta api. Gadis itu berjalan ke arah datangnya Bajja, begitu juga sebaliknya.

Maka, betapa kagetnya dia ketika menemukan gadis itu ada di kantornya. Arra, dengan dua r, namanya. Dia ingin mencetak sebuah buku untuk seseorang yang teramat penting dan spesial baginya. Kekasihnya. Tentu saja Bajja tahu itu, siapa yang tidak mau repot-repot mencetak satu buku dengan harga yang tidak murah kalau bukan untuk orang tercinta?

Mereka tidak begitu mengenal, hanya pernah berjalan bersama sekali setelah tidak sengaja bertemu di kafe; itu juga karena Bajja bersikeras mengantar Arra pulang karena sudah malam. Perjalanan mereka berdua memang lebih banyak diisi keheningan dibandingkan suara, tapi itu sudah cukup bagi Bajja untuk terus mengingatnya.

Sampai suatu malam Arra meneleponnya, mengatakan uangnya habis dan sepatunya membuat kakinya terluka. Dia akan datang ke rumah Bajja.

Arra tertidur di sofa rumah Bajja. Tidurnya terlihat lelap, dan dengan memandangi Arra seperti itu, Bajja bertanya-tanya; apa yang dia rasakan?

Entah mengapa, hanya menatap dirinya saja, sanggup membuat jantungku lebih berdegup.
Selanjutnya Arra selalu datang ke rumahnya dalam waktu yang bisa ditebak. Bisa keesokan harinya, lusa, atau bahkan berminggu-minggu. Tapi Bajja membiarkannya, meskipun pertanyaan-pertanyaannya menggantung di udara ketika mereka duduk berhadapan; Arra di sofa yang bisa membuatnya tertidur, Bajja di seberangnya.

Kenapa Arra melakukan ini? Bukankah dia sudah memiliki kekasih? Di mana kekasihnya? Apakah Arra juga memiliki perasaan khusus untuk Bajja?