Saturday, October 6, 2012

Timbunan Buku

Halo! Di bawah ini adalah foto-foto buku yang ditimbun. Rencananya mau dibabat setelah UN. Tapi lihat nanti deh. :)) Ada beberapa buku yang sudah saya baca, tapi rencananya mau saya baca ulang dalam waktu dekat ini.

  

  1. Frankenstein, By Mary Shelley. (Beli di Mbak Sinta @ Jendelaku Menatap Dunia)
  2. Pintu Terlarang, by Sekar Ayu Asmara. (Beli di Mbak Astrid @ Books to Share)
  3. Delirium, by Lauren Oliver. (Beli di Times BIP)
  4. Pandemonium, by Lauren Oliver. (Beli di Times BIP)
  5. Divergent, by Veronica Roth. (Beli di Times BIP)
  6. Pandemonium, by Veronica Roth. (Beli di Times BIP)
  7. Inkheart/Tintenherz, by Cornelia Funke. (Beli di Rumah Buku Bandung)
  8. Inkspell/Tintenblut, by Cornelia Funke. (Beli di Rumah Buku Bandung)

  1. Therese Raquin, by Emile Zola. (Beli di Togamas Buah Batu)
  2. The Tokyo Zodiac Murders, by Soji Shimada. (Beli di Rumah Buku Bandung)
  3. Jane Eyre, by Charlotte Bronte. (Beli di Gramedia Merdeka)
  4. The Reader, by Bernhard Schlink. (Beli di Rumah Buku Bandung)
  5. Cinta: Selalu Ada Alasan Untuk Mencintaimu, by @pepatah. (Buntelan)

  1. Rahasia Meede, by E. S. Ito. (Dikasih pinjam oleh Ayah)
  2.  Theodore Boone: The Abduction, by John Grisham. (Beli di Togamas Buah Batu)
Dan mengingat banyaknya diskon bertebaran di depan toko buku Gramedia... saya harus mengontrol dompet sepertinya. ><

Sarah Dessen's This Lullaby


Judul: This Lullaby
Penulis: Sarah Dessen
Penerjemah: Stephanie Yuanita
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: 454 hal.
Format: Paperback.
Source: Rumah Buku Bandung.

Sinopsis:


Remy selalu tahu kapan waktu yang tepat untuk memberi pidato pada para kekasihnya jika dia ingin mengakhiri hubungan mereka: tepat setelah serbuan romatis di saat-saat hubungan menghangat, tapi sebelum keterlibatan emosional nyata terjadi. Dengan begitu banyak pengalaman mencampakkan pria, seharusnya Remy memiliki saat yang sempurna untuk menjalankan rencananya. Apa lagi dia telah mempelajari semua itu dari ibunya sendiri, ibu yang telah menikah empat kali dan sedang menuju pernikahannya yang kelima. Jadi ada apa dalam diri Dexter yang membuatnya begitu sulit bagi Remy untuk mengikuti aturannya sendiri?

Dexter tipikal pria yang dibencinya: berantakan, tak teratur, impulsif, dan paling parah dari semuanya, seorang musikus seperti ayahnya. Ayah yang tak pernah dikenalnya, pria yang menciptakan sebuah lagu yang terkenal untuknya namun menghilang dari hidupnya. Remy tak pernah punya masalah untuk keluar dari sebuah hubungan sebelumnya. Tapi ada sesuatu tentang Dexter...

Mungkinkah Remy akhirnya menemukan sendiri apa yang tertulis dalam semua lagu cinta? Sarah Dessen, penulis Someone Like You dan Dreamland, akan memberikan novelnya yang memikat hati para pembaca, saat dia mengenalkan kita pada seorang gadis yang percaya bahwa hatinya terbuat dari batu dan pemuda yang membuktikannya salah.
Review:

Wednesday, October 3, 2012

Wishful Wednesday #3


Minggu ini, saya cuma ingin satu buku saja. :)

(Summary dari Goodreads):

What happens when happily ever after... isn’t?

Delilah is a bit of a loner who prefers spending her time in the school library with her head in a book—one book in particular. Between the Lines may be a fairy tale, but it feels real. Prince Oliver is brave, adventurous, and loving. He really speaks to Delilah.

And then one day Oliver actually speaks to her. Turns out, Oliver is more than a one-dimensional storybook prince. He’s a restless teen who feels trapped by his literary existence and hates that his entire life is predetermined. He’s sure there’s more for him out there in the real world, and Delilah might just be his key to freedom.

Delilah and Oliver work together to attempt to get Oliver out of his book, a challenging task that forces them to examine their perceptions of fate, the world, and their places in it. And as their attraction to each other grows along the way, a romance blossoms that is anything but a fairy tale.
Baru tahu Jodi Picoult nulis buku YA bareng anaknya. X) Tempo hari ngelihat buku ini di Periplus, harganya sih masih sekitar 100.000 tapi waktu itu aku cuma bawa uang untuk beli Pandemonium. T_T (Woy inget timbunan di rumah masih banyak!)

Apa wishlist-mu minggu ini? :)


  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Saturday, September 29, 2012

Laini Taylor's Daughter of Smoke and Bone


Judul: Dari Asap dan Tulang - Daughter of Smoke and Bone
Penulis: Laini Taylor
Penerjemah: Primadonna Angela
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 488 hal.

Sinopsis:

Pada zaman dahulu,
seorang malaikat dan iblis jatuh cinta.
Kisah cinta mereka tidak berakhir indah.


Langit terbelah dan banyak sosok asing berwajah rupawan turun ke bumi, menyembunyikan sayap api mereka dalam ilusi agar bisa berbaur dengan manusia. Birai-birai pintu di penjuru dunia mereka tandai dengan cap tangan hitam yang melesak terbakar pada kayu atau logam.

Sementara itu, di suatu tempat di Praha, Karou, gadis 17 tahun, siswa sekolah seni di Praha, menjalani kehidupannya yang tampak normal. Tetapi ia selalu membawa-bawa buku sketsanya yang berisi gambar monster-monster aneh dan menyeramkan––chimaera yang merupakan makhkluk terdekat yang ia punya sebagai keluarga.

Kehidupan Karou akan berubah dalam semalam. Tanpa ia sadari, peperangan antardua dunia yang kejam akan melibatkan dirinya.
Review:

Stephen Chbosky's The Perks of Being a Wallflower


Title: The Perks of Being a Wallflower
Author: Stephen Chbosky
Publisher: MTV Books
Pages: 224 p

Summary:

standing on the fringes of life offers a unique perspective…but there comes a time to see what it looks like from the dance floor. since its publication, stephen chbosky’s haunting debut novel has received critical acclaim, provoked discussion and debate, grown into a cult phenomenon with over a million copies in print, and inspired a major motion picture.

The Perks of Being a Wallflower is a story about what it’s like to travel that strange course through the uncharted territory of high school. the world of first dates, family dramas, and new friends. of sex, drugs, and the rocky horror picture show. of those wild and poignant roller-coaster days known as growing up.
Review:

Dear Charlie,

Sunday, September 23, 2012

Ika Natassa's Antologi Rasa



Judul: Antologi Rasa
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 328 hal.

Sinopsis:
K e a r a

Were both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe.
How can we be so different and feel so much alike, Rul?
Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu.
Three years of my wasted life loving you.

R u l y

Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

H a r r i s

Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love."
Thats probably as close as I can get to hearing that she loves me.

Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?
Review:
Empat orang sahabat yang menjadi dekat karena tinggal serumah saat dinas kerja. Harris, Keara, Ruly, dan Denise. Harris mencintai Keara, Keara mencintai Ruly, Ruly mencintai Denise, Denise sudah menikah dengan seorang laki-laki bernama Kemal. Cukup rumit, bukan?

Cerita diawali dengan perjalanan Harris dan Keara menonton F1 di Singapur. Diawali dengan bagaimana Harris mencintai Keara dan bagaimana Keara tidak menyadarinya dan hanya memikirkan Ruly, Ruly, dan Ruly.

Sampai akhirnya satu kejadian meretakkan persahabatan mereka berdua.

Dari semua novel karya Ika Natassa, saya paling suka Antologi Rasa ini. Saya suka membaca novel di mana tokoh-tokohnya memiliki sudut pandangnya masing-masing dengan suara yang berbeda-beda. Kisah ini memang klise, I love you, you love her, and she loves him. Tapi saya tetap suka, karena Mbak Ika mengemas cerita ini dengan gayanya yang khas.

Dari semua tokoh di novel ini, saya paling suka (siapa lagi) Harris Risjad. Who doesn't love a bad boy in a love triangle? :))

"Pada detik ini gue sadar satu persamaan kita, Keara. We both get the glorious front seat of watching the one we love loves somebody else."

Banyak yang berkomentar akhirnya kurang memuaskan. Tapi saya puas dengan ending semacam itu. Realistis. Saya biasa menyebutnya a bittersweet ending setelah membaca Mockingjay. :p Saya agak mengharapkan Mbak Ika mau menulis sekuel Antologi Rasa seperti Twivortiare yang menjadi sekuel Divortiare. :)

4/5

Wednesday, September 19, 2012

Wishful Wednesday #2




Hore, Wishful Wednesday saya yang kedua! (Baca: semoga rajin update XD)

Minggu ini saya lagi cari buku-buku ini (terbitan lama memang):


Menurut buku ramalan yang ditulis Agnes Nutter si Penyihir (satu-satunya buku yang berisi ramalan-ramalan yang sangat akurat, ditulis tahun 1655, sebelum penulisnya meledak), dunia akan kiamat pada hari Sabtu. Sabtu minggu depan, tepatnya. Persis sebelum saat makan malam Maka balatentara Baik dan Jahat pun berkumpul. Atlantis muncul ke permukaan, katak-katak berjatuhan dari langit, orang-orang menjadi mudah marah. Kelihatannya segala sesuatu terjadi sesuai Yang Sudah Direncanakan. Tapi ada malaikat rewel dan setan yang gemar hidup nyaman--dua-duanya sudah hidup di tengah manusia sejak Permulaan dan lama-kelamaan lumayan menyukai gaya hidup begini--yang tidak senang membayangkan Armageddon akan segera tiba.

Selain itu, sepertinya si anak Antikristus dikirim ke tempat yang salah....

Ini dongeng untuk orang dewasa. Alkisah, di padang-padang rumput Inggris yang tenang, lama berselang, ada sebuah desa kecil yang selama 600 tahun berdiri di atas tonjolan batu granit. Di sebelah timur desa itu ada tembok batu yang tinggi. Itu sebabnya desa itu dinamai desa Tembok. Di desa itu, pemuda Tristran Thorn jatuh cinta pada si cantik Victoria Forester. Dan di sini pula, pada suatu senja bulan Oktober yang dingin, Tristran membuat janji pada si gadis. Janji gegabah yang membawanya berkelana ke negeri di balik tembok, menyeberang padang rumput, masuk ke Negeri Peri. Dan di sana dimulailah petualangan paling mendebarkan dalam hidupnya.

Hidup Richard Mayhew di London biasa-biasa saja. Dia punya pekerjaan yang bagus dan tunangan yang cantik tapi cerewet. Suatu hari dia menemukan gadis gelandangan yang terkapar berdarah di jalan. Richard menolong gadis itu---dan hidupnya yang biasa menghilang begitu saja.

Tiba-tiba Richard tak punya pekerjaan, rumah, tunangan, bahkan identitas. Ia terlempar masuk London Bawah yang sangat berbeda. London yang terdiri atas bayangan, kegelapan, monster, pembunuh, malaikat, dan segala hal ajaib lainnya. London yang berada dalam labirin kanal-kanal saluran pembuangan dan stasiun kereta bawah tanah.

Inilah dunia Door, gadis gelandangan yang ditolongnya. Tanpa tujuan dan pilihan, Richard terpaksa bergabung dengan Door, pengawalnya Hunter, dan Marquis de Carabas. Mereka berusaha mencari pembunuh keluarga Door sambil menghindar dari berbagai bahaya yang menghadang. Dan mungkin di akhir perjalanan ini Richard bisa kembali hidupnya di London Atas....
 Buku-buku Neil Gaiman semua :D Awalnya saya blogwalking dan menemukan review buku-buku di atas. Yah, kebanyakan review Good Omen, sih. Sementara Stardust dan Neverwhere, mungkin karena sudah jarang beredar di toko buku, jarang ada yang meresensi.

Saya sendiri awalnya tertarik karena nama penulisnya, Neil Gaiman. Saya ingat kalau itu adalah penulis American Gods, yang masuk ke dalam daftar wishlist saya.

Masih belum tau cara mendapatkan buku ini. Kalau Good Omen masih beredar di toko-toko buku, dan sudah didiskon 25%. Tempo hari saya memesan Stardust di Rumah Buku, entah apakah buku itu masih ada atau tidak di pihak GPU sendiri. Sedangkan Neverwhere... masih belum tahu.

Kalau ada yang menjual buku-buku di atas (second juga gak papa), tolong comment ya. Saya jadi keranjingan beli buku terbitan lama meskipun bekas, sejak membeli Frankenstein dari Mbak Sinta. :D Atau kalau bersedia dipinjamkan oleh saya juga tidak apa-apa :p

Apa buku yang kamu inginkan minggu ini? Share di Wishful Wednesday!



  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)